VOICE Indonesia
Politik

Wacana Impor Beras, Ketua Repdem Sebut Mendag Menghina Petani

Redaksi - VOICEIndonesia.co
MURATARA,AKUUPDATE.ID-Wacana Pemerintah melakukan Impor beras 1 juta ton banyak mendapatkan tanggapan dan pro kontra dari masyarakat, tidak terkecuali Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Musi Rawas Utara Hadi Yatullah. Hadi menilai wacana Impor beras oleh menteri perdagangan Muhammad Lutfi adalah bentuk kesesatan cara berpikir seorang menteri, di tengah petani sedang melakukan panen besa-besaran di awal tahun ini. "Kebijakan Impor beras di tengah petani sedang melakukan panen raya di mana-mana adalah bentuk kesesatan berpikir seorang menteri, dan sangat menghina  petani kita," ujarnya saat di hubungi, Rabu (24/03). Baca Juga : Kominfo Akselerasi Multisektor Bangkit dari Pandemi Aktivis Muda Sumatera Selatan ini juga menyampaikan bahwa kebijakan impor beras ini sangat bertentangan dengan program Presiden untuk menggalakkan produk lokal. "Sangat mencoreng muka Presiden, yang belum lama ini memproklamirkan untuk cinta produk lokal, malah dia mau impor," tambahnya. Kemudian, Hadi mengatakan kebijakan itu sangat merugikan para petani dan bentuk sebuah kebijakan anti rakyat. "Logika sederhana saja, bila terdapat sebuah kebijakan yang merugikan kalangan petani, artinya kebijakan tersebut adalah kebijakan yang anti rakyat. Tapi ternyata, bagi kalangan pejabat dan pengusaha pemburu uang atau keuntungan, mereka tidak peduli dengan nasib petani" tutupnya.(*)

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#beras#Impor#Ketua#Mendag#Menghina#petani#Repdem#Wacana
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.