VOICE Indonesia
Daerah

Polisi Periksa Kru KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Perairan Selayar

Afifah - VOICEIndonesia.coEditor: VOICE Indonesia
Tim gabungan kepolisian periksa kru KM Salsa
Tim gabungan kepolisian periksa kru KM Salsa(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Makassar – Kepolisian memeriksa secara intensif kru Kapal Motor (KM) Nurul Salsa menyusul insiden karamnya kapal penumpang tersebut yang mengangkut puluhan orang di Perairan Selayar bagian barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, mengonfirmasi pada Sabtu (18/7/2026) bahwa proses hukum telah digulirkan untuk membedah aspek kelayakan kapal serta mencari tahu penyebab pasti kecelakaan laut yang terjadi pada Rabu (15/7/2026) lalu tersebut.

Langkah ini berjalan beriringan dengan operasi kemanusiaan berskala besar yang terus berpacu dengan waktu di tengah laut demi menyelamatkan sisa korban yang masih terombang-ambing.

"Saat ini kami telah melakukan pemeriksaan terhadap nakhoda dan ABK (anak buah kapal)," kata Didid Imawan.

Pemeriksaan maraton terhadap nakhoda beserta sembilan orang anak buah kapal ini dipimpin langsung oleh tim penyidik gabungan dari Unit Reskrim Polsek Pasimasunggu, personel BKO Polres Kepulauan Selayar, serta diperkuat oleh jajaran Satuan Reskrim dan Satuan Polairud Polda Sulawesi Selatan.

Polisi menegaskan bahwa investigasi ini difokuskan pada pemenuhan standar prosedur pelayaran serta penanganan darurat saat kapal mulai mengalami kerusakan fatal.

"Pemeriksaan ini adalah bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif, serta memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa ini dapat terungkap secara jelas," papar Didid.

Paralel dengan interogasi para kru, petugas di lapangan juga tengah sibuk melakukan rekonsiliasi data manifests penumpang yang kerap kali simpang siur pada angkutan laut tradisional.

Tim mencocokkan lembar manifes resmi pelabuhan dengan aduan posko keluarga hilang, serta identitas fisik para korban yang sudah dievakuasi maupun yang dilaporkan hilang.

Didid menjamin penanganan musibah KM Nurul Salsa menggunakan strategi ganda, yakni tidak akan mengendurkan insting penegakan hukum profesional sembari tetap menomorsatukan keselamatan nyawa manusia di atas segalanya.

“Fokus kami saat ini adalah membantu proses pencarian korban bersama seluruh unsur SAR, sekaligus memastikan proses penyelidikan berjalan secara profesional. Kami juga terus melakukan verifikasi data korban agar informasi disampaikan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Didid.

Hingga hari keempat pasca-kejadian, keajaiban di tengah laut dilaporkan terjadi ketika kapal nelayan KMN Sinar Matoanging 04 berhasil menyelamatkan lima orang korban tambahan yang terapung di perairan terbuka.

Kelima penumpang malang tersebut berhasil bertahan hidup di tengah hantaman ombak besar dengan cara berpegangan erat pada struktur tali rompong atau rumah rumahan ikan milik nelayan setempat sebelum akhirnya dievakuasi dalam kondisi lemas.

Adanya tambahan lima penyintas tersebut mengubah peta statistik manifes kecelakaan secara signifikan.

Dari total keseluruhan 78 jiwa yang berada di dalam kapal saat bertolak, jumlah penumpang yang dinyatakan selamat kini melonjak bertambah menjadi 57 orang, sementara korban meninggal dunia tercatat sebanyak satu orang, dan sisa 20 penumpang lainnya masih berstatus hilang dalam pencarian intensif tim SAR gabungan yang melibatkan armada Basarnas, TNI AL, Polairud, relawan, serta nelayan lokal.

Sebelum petaka tersebut terjadi, KM Nurul Salsa diketahui memulai pelayaran dari dermaga Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026) subuh sekitar pukul 05.00 WITA.

Namun, malang tak dapat ditolak, kapal mengalami mati mesin total di tengah jalur pelayaran saat berada di posisi perairan barat Pulau Polassi atau berjarak sekitar 43 mil laut dari titik Pelabuhan Benteng Selayar, hingga menyebabkan badan kapal perlahan terisi air akibat ombak dan tenggelam sepenuhnya ke dasar laut.

Pilihan Redaksi

Tiga Warga Negara India Dideportasi Imigrasi Banda AcehImigrasi

Tiga Warga Negara India Dideportasi Imigrasi Banda Aceh

Afifah· 19 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.