VOICEINDONESIA.CO, Ternate – Anggota Komisi III DPR RI Martin Daniel Tumbelaka mengungkapkan kekhawatirannya atas aktivitas mencurigakan di kawasan pertambangan Maluku Utara dan Sulawesi Utara hingga dini hari yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika.
Kawasan tambang dengan mobilitas pekerja tinggi dinilai semakin rentan dimanfaatkan jaringan narkoba.
Martin menyampaikan hal ini dalam kunjungan kerja reses Komisi III DPR di Kota Ternate yang dihadiri Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Polda Maluku Utara, dan BNN Provinsi Maluku Utara, Jumat (25/7/2026).
"Peredaran narkoba di pertambangan ini luar biasa. Jadi kalau Subuh masih ada aktivitas di dalam tambang kita curiga itu, ini mungkin perlu menjadi perhatian juga bagi teman-teman Direktorat Narkoba Polda," kata Martin.
Martin mendorong Direktorat Narkoba Polda Maluku Utara memberikan pengawasan lebih ketat terhadap kawasan pertambangan yang dinilai menjadi titik rawan baru peredaran narkotika. Peredaran narkoba di kawasan tambang disebut sudah sangat masif dan mengkhawatirkan.
Di sisi lain Martin mengungkap BNN justru menghadapi keterbatasan anggaran yang serius di tengah meningkatnya ancaman narkotika.
Komisi III DPR telah mencatat aspirasi tersebut dan akan memperjuangkan penambahan anggaran BNN termasuk untuk penguatan di daerah.
Martin juga mengingatkan seluruh aparat penegak hukum menjaga sinergi dan kekompakan agar penegakan hukum berjalan maksimal.
"Kalau kita tidak bersinergi tidak kompak tentunya tidak akan maksimal penegakan hukum," tegasnya.

















