
Kawasan Perdagangan Bebas di Kepulauan Riau Justru Picu Peningkatan Pengangguran

Baca Juga: RS Indonesia di Gaza Dilecehkan Israel, Diplomasi Pemerintah Kembali Tak Bertaji Ia menjelaskan bahwa warga asli Kepri sebenarnya memiliki peluang kerja yang sangat besar, namun persaingan dengan pendatang dari Pulau Sumatera dan Jawa membuat angka pengangguran sulit ditekan. “Di sini salah satu temuan yang paling bagus adalah di Kepri ini tingkat pertumbuhan ekonominya sangat tinggi, tetapi tingkat penganggurannya masih tinggi, karena banyaknya imigrasi setiap tahun ke Kepri,” ujar politisi Fraksi Partai Golkar tersebut. Lebih lanjut, Yahya menyoroti banyaknya pendatang yang belum memiliki KTP setempat namun sudah terserap sebagai tenaga kerja, atau sebaliknya, mereka yang datang dan menetap hingga mengganti identitas demi mendapatkan pekerjaan. Baca Juga: Cegah Pelecehan di Kantor, DKI Jakarta Rombak Aturan Perlindungan Perempuan Menurutnya, tingkat pengangguran di Kepri sebenarnya bisa berada di angka yang sangat kecil apabila arus masuk penduduk dari daerah lain tidak terjadi secara signifikan setiap tahunnya. “Artinya warga Kepri sebenarnya kalau tidak ada imigrasi penduduk dari daerah-daerah lain, penganggurannya sangat kecil. Tetapi karena ada imigrasi penduduk dari daerah-daerah lain yang setiap tahun datang ke Kepri, maka angka penganggurannya masih tinggi,” lanjut Yahya. Di tengah tantangan ketenagakerjaan tersebut, Komisi IX memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang memberikan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan. Saat ini, sekitar 40 ribu nelayan dan petani di Kepri telah terlindungi melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Yahya menilai perhatian besar terhadap sektor agraris dan maritim ini jarang ditemukan di pemerintah daerah lain dan diharapkan dapat terus diperluas untuk kategori pekerja rentan lainnya. Pertemuan strategis ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas kebijakan ketenagakerjaan dan perlindungan sosial di wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi. (af/ri) Pilihan Redaksi: Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan!
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



