VOICEINDONESIA.CO, Madiun – Layanan kereta api di wilayah PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun makin diminati turis mancanegara. Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat sebanyak 8.305 warga negara asing (WNA) menggunakan moda transportasi berbasis rel tersebut, melonjak 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Lebih dari 8.305 WNA menggunakan layanan KAI hingga September 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa setelah tiba di Indonesia, perjalanan wisatawan berlanjut ke berbagai kota dengan kereta api. Mobilitas ini menjadi bagian penting dari perjalanan mereka menjelajahi destinasi di Indonesia," ujar Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, Senin (5/10).
Tohari menjelaskan, pesatnya pertumbuhan pariwisata nasional membuka pola perjalanan antar kota yang kian dinamis bagi para pelancong luar negeri.
Khusus untuk layanan KA jarak jauh di Stasiun Madiun saja, jumlah penumpang asing menembus 2.655 orang per September 2026—naik 1,3 persen dari periode sebelumnya. Dari sekian banyak perjalanan, KA Singasari (KA 149) relasi Blitar–Pasar senen menjadi armada favorit utama turis asing, disusul KA Brantas (KA 151).
"Data nasional menunjukkan wisatawan datang dari berbagai kawasan dunia, sementara data KAI menunjukkan perjalanan mereka kemudian tersebar ke banyak kota. Pola tersebut memberi gambaran bahwa transportasi antar kota memiliki peran yang semakin relevan," tambah Tohari.
Trend positif ini sebenarnya sudah menyengat sejak awal tahun. Pada Semester I 2026, Daop 7 Madiun sukses mengangkut 5.046 penumpang WNA, atau naik 9 persen secara year-on-year.
Puncaknya terjadi pada Juli 2026 dengan lonjakan bulanan tertinggi mencapai 1.286 penumpang asing, sebelum akhirnya melandai di angka 865 penumpang pada September 2026.
Merespons tren ini, KAI Daop 7 Madiun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas dan kenyamanan armada.
“Ketika pariwisata Indonesia tumbuh, perjalanan wisatawan juga bergerak semakin luas. KAI Daop 7 Madiun akan terus menjaga layanan yang aman, nyaman, dan mudah digunakan agar transportasi berbasis rel dapat mendukung perjalanan wisatawan menuju makin banyak destinasi,” pungkas Tohari.(joe)



























