VOICEINDONESIA.CO, Banyuwangi – Sebanyak 60 personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur dikerahkan ke Banyuwangi untuk membantu mengurai kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang yang telah berlangsung lebih dari sepekan.
Pengerahan personel itu diputuskan dalam rapat koordinasi penanganan antrean kendaraan di Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi, Minggu (6/9). Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Rahmat Hakim mengatakan, puluhan personel tersebut akan bekerja selama 24 jam dan dibagi dalam empat shift. Personel diperkuat dengan 30 sepeda motor.
“Yang kita utamakan adalah tidak ada kendaraan yang ngeblong. Kalau sampai ngeblong, nanti mengunci arus,” kata Rahmat.
Menurutnya, panjang antrean kendaraan masih fluktuatif. Antrean yang sempat mencapai sekitar 8–9 kilometer pada Sabtu malam, menyusut menjadi 1,7 kilometer sekitar pukul 04.30 WIB pada Minggu, namun kembali memanjang hingga lebih dari 5 kilometer pada siang hari.
“Kalau memang ada kebutuhan mendesak, segera hubungi petugas kami yang ada di sepanjang jalan. Kami hadir 24 jam untuk masyarakat,” tegasnya.
Rahmat menegaskan, penanganan kemacetan tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian. Persoalan kemacetan juga harus diselesaikan dari sisi layanan penyeberangan.
Polresta Banyuwangi bersama personel BKO bertugas mengatur dan mengurai arus kendaraan di jalan, sementara persoalan kapasitas dan percepatan layanan penyeberangan menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan bersama ASDP.
Ia juga meminta unsur perhubungan turun langsung melihat kondisi di lapangan dan segera mengambil langkah teknis sesuai kewenangannya. Seluruh instansi diminta tidak saling menunggu dalam menangani antrean kendaraan.
Dari sisi kepolisian, penguatan personel akan dipertahankan setidaknya sampai panjang antrean turun di bawah dua kilometer. Selain mengatur arus, petugas juga membantu kendaraan yang memiliki kebutuhan mendesak, seperti ambulans dan kendaraan yang membawa orang sakit.
Sementara dari sisi penyeberangan, Kementerian Perhubungan dan ASDP melakukan dukungan melalui penambahan kapal serta penerapan pola TBB untuk mempercepat pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang.
“Pengguna jalan kami minta mengikuti arahan petugas dan tidak mengambil jalur berlawanan atau ngeblong karena dapat mengunci arus dari arah lain. Supaya kemacetan dapat segera diurai,” ujarnya.(joe)



























