VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co

7 Tahun VOICEIndonesia.co — bagikan kritik, saran, apresiasi, atau ucapan Anda!

Kirim Pesan
Daerah

Dua Aparat Keamanan Terluka saat Massa Pesilat di Basecamp Debt Collector

Farhan Sunday Mahardika - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi
VOICE Indonesia di Google
1001111384
Salah satu Aparat Keamanan terluka akibat lemparan batu dari Perguruan Silat(Foto: Dok.Farhan Sunday/VOICEINDONESIA)

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Dua aparat keamanan dari TNI dan Polri, mengalami luka di kepala akibat lemparan batu dari massa aksi perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), yang meluapkan emosi gegara tidak berhasil menembus tembok barikade TNI/Polri, di Jalan Teuku Umar, Tegalsari, Surabaya.

Ribuan aparat kemanan dari TNI/Polri, sejak siang ditugaskan untuk menutup tiga titik akses jalan masuk ke markas debt collector (DC), yang diduga menjadi pelaku pembacokan anggota PSHT agar tidak terjadi kericuhan.

Namun, karena kecewa tidak bisa masuk, massa aksi dari PSHT akhirnya meluapkan emosi dengan melempar batu ke petugas keamanan yang berjaga.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menjelaskan, massa aksi menuntut kejelasan hukum terhadap pelaku pembacokan yang hingga saat ini masih berkeliaran. Dari tiga terduga pelaku pembacokan, satu menyerahkan diri dan satu lagi berhasil ditangkap.

"Memang ada satu terduga pelaku yang masih kita cari. Untuk itu, kami meminta bantuan warga masyarakat memberikan informasi kepada kami jika mengetahui keberadaan terduga pelaku," jelas Kombes Luthfie, saat ditemui di area markas DC, Jalan Teuku Umar, Jumat (31/7/2026) petang.

Kombes Luthfie juga menegaskan, akan memproses pelaku sesuai undang-undang yang berlaku.

"Intinya kita yakinkan tidak ada pembedaan perlakuan terhadap semua warga. Apabila menjadi korban tentu punya hak untuk juga mengetahui proses penegakan hukumnya," tegas Luthfie.

Diketahui, sekitar 10.000 orang dari perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), menggelar aksi damai di Polrestabes Surabaya. Selanjutnya, aksi berlanjut di salah satu rumah yang diduga jadi tempat tinggal atau basecamp debt collector (DC), di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Tegalsari, Surabaya.

Aksi ini merupakan buntut dari kasus penganiayaan dan pembacokan terhadap dua pesilat yang berprofesi sebagai petugas valet parkir tempat hiburan di kawasan Tegalsari, Surabaya, oleh oknum debt collector.

Massa aksi menuntut penegakan hukum serta mendesak aparat segera menangkap dan mengadili oknum DC yang menganiaya dan membacok Feri (25) dan Didik (28).(fsm)

Ringkasan AI

Dua aparat TNI dan Polri terluka akibat lemparan batu massa aksi PSHT yang tidak bisa menembus barikade di basecamp debt collector Surabaya. Massa menuntut kejelasan hukum terkait pembacokan dua pesilat yang diduga dilakukan oknum debt collector, satu pelaku sudah ditangkap dan satu menyerahkan diri.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Imigrasi Aceh Awasi 13 ABK Warga Negara AsingImigrasi

Imigrasi Aceh Awasi 13 ABK Warga Negara Asing

Afifah· 31 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.