VOICEINDONESIA.CO, Washington Dc – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan negara-negara yang tidak membantu Washington dalam konflik terkait Selat Hormuz tetap harus membayar ganti rugi kepada AS.
Trump menyampaikan hal itu melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, dilansir Selasa (15/9/2026).
"Minyak mengalir melalui Selat Hormuz. Negara-negara di dunia, yang sama sekali tidak membantu kami, seharusnya, dan akan, mengganti rugi kepada Amerika Serikat ketika konflik yang penuh tipu daya ini berakhir," kata Trump.
Konflik ini bermula dari serangan gabungan AS dan Israel terhadap sejumlah target Iran pada 28 Februari lalu, yang kemudian memicu serangan balasan dari Iran.
Pada pertengahan Juni, Iran dan AS sempat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan, meski keduanya kemudian kembali saling melancarkan serangan hingga kini konflik tersebut masih belum terselesaikan.
Eskalasi konflik itu membuat lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz nyaris terhenti, padahal jalur tersebut merupakan rute pasokan utama bagi pasar global untuk minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG).
Akibatnya, harga bahan bakar telah naik di sebagian besar negara di seluruh dunia.



























