
Ini Tiga Tahap Kunci Mitigasi Bencana Yang Harus Masyarakat Tahu

VOICEINDONESIA.CO, Padang – Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian menegaskan pentingnya pemahaman dan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi bencana, dengan menyiapkan tiga aspek utama mitigasi bencana, yakni pra-bencana, saat bencana, dan pascabencana.
“Pertama, kita harus menyiapkan kesiapsiagaan di pra-bencana, kedua ketika terjadi bencana, dan ketiga pascabencana,” kata Rustian di Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (2/01/2026).
Rustian menekankan bahwa kesiapsiagaan bencana menjadi hal yang tidak bisa ditawar, mengingat seluruh provinsi di Indonesia memiliki potensi bencana alam.
Baca Juga: 19 Ribu Lebih SPPG Bakal Layani 55 Juta Penerina MBG Tahun IniKondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan cincin api Pasifik (ring of fire) membuat ancaman bencana selalu hadir dan sulit diprediksi.
“Di tiga siklus bencana ini semua komponen masyarakat harus tahu dan paham, karena bencana alam tidak bisa diprediksi dan dapat mematikan,” ujarnya.
Sebagai gambaran, saat ini pemerintah masih berfokus pada pemulihan dampak banjir bandang dan tanah longsoryang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di Sumatera Barat atau Ranah Minang, BNPB bersama pemerintah daerah telah sejak awal melakukan koordinasi intensif untuk meminimalkan dampak bencana.
Baca Juga: Cegah Perilaku Kekerasan, Orang Tua Wajib Awasi Penggunaan Gawai Pada AnakRustian mengungkapkan, bencana yang terjadi di tiga provinsi tersebut telah menelan korban jiwa lebih dari 1.000 orang, dengan sejumlah korban hingga kini belum ditemukan.
Di Provinsi Sumatera Barat, pemerintah bersama keluarga korban telah sepakat untuk menghentikan proses pencarian dan evakuasi, setelah mempertimbangkan berbagai aspek kemanusiaan dan keselamatan.
Ke depan, selain fokus pada pemulihan infrastruktur dan lingkungan, pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi para penyintas banjir bandang dan tanah longsor di wilayah terdampak.
Di sisi lain, BNPB mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam merespons bencana.
Dari total 15 kabupaten/kota terdampak, sebanyak 13 daerah telah menetapkan status tanggap darurat, dan 12 di antaranya kini telah memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan.
“Syukur alhamdulillah, sebagian besar daerah sudah masuk transisi darurat. Ini menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam penanganan bencana,” kata Rustian. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Sikap Pasif Pengawasan: TKA Merajalela, TKI Tergusur di Negeri SendiriPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



