
Keluarga WNI yang Dibajak Perompak Somalia Minta Prabowo Selamatkan

Baca Juga: Pemerintah Godog UU Baru untuk Program Operasi Koperasi Desa “Saya minta tolong ke Pak Prabowo, minta tolong bantu anak saya. Anak saya sekarang dalam keadaan minta pertolongan dari pak Prabowo," ujar Sitti Aminah di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (26/4/2026). Pihak keluarga merasa sangat terpukul setelah mendapatkan informasi bahwa para perompak mengancam akan mengeksekusi para sandera jika permintaan tebusan tidak segera dipenuhi. “Pak Prabowo, presiden kita, minta tolong Pak. Minta tolong sekali Pak. Sudah beberapa hari ini ditahan perompak Somalia," ucap Sitti. Baca Juga: Aparat Masih Lalai Berikan Hak Korban TPPO Istri kapten kapal, Santi Sanjaya (26), menceritakan bahwa suaminya sempat melakukan panggilan video pada malam sebelum kejadian dan mengabarkan situasi darurat tersebut. Menurutnya, kondisi di atas kapal sangat mencekam karena perompak kerap memberikan ancaman fisik. “Suamiku juga minta tolong semoga pemerintah membantu. Kami keluarga juga berharap pemerintah bisa bantu, mereka pulang dengan selamat," tuturnya. Santi menambahkan bahwa suaminya sempat menyebutkan adanya permintaan tebusan dari pihak perompak yang saat ini masih dalam proses negosiasi, meski nominalnya belum diketahui secara pasti. Hingga saat ini, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan respons resmi baik dari pihak perusahaan luar negeri tempat suaminya bekerja maupun dari pemerintah Indonesia. "Ini memang kapal luar negeri. Kami berharap semoga cepat selesai, suamiku dan krunya pulang dengan selamat," ujarnya kembali. Kapal Tanker Honour 25 diketahui sedang berlayar dari Oman menuju Somalia saat pembajakan terjadi. Dari total 17 awak kapal, empat WNI yang menjadi sandera terdiri dari dua warga asal Sulawesi Selatan serta dua lainnya berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kapten Ashari sendiri rencananya akan mengajukan kepulangan ke Gowa setelah menyelesaikan kontrak kerjanya sekembalinya dari rute Somalia ini. (af/hi) Pilihan Redaksi: Hilangnya Paspor Siti: Modus Baru Sindikat TPPO?
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



