VOICEINDONESIA.CO, Blitar – Suasana duka menyelimuti keluarga Susanto, warga Desa Krisik, Kabupaten Blitar, yang menjadi salah satu korban Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam beberapa waktu lalu. Susanto meninggalkan seorang anak berusia 11 tahun.
Jenazahnya ditemukan dalam kondisi terjebak di dalam kapal dan menjadi salah satu korban terakhir yang berhasil dievakuasi petugas. Kepala Desa Krisik, Hari Budi Setyawan, mengatakan Susanto merupakan warganya yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Sementara korban lainnya, Renard, yang merupakan adik Susanto, tercatat sebagai warga Pagersari. Meski berbeda alamat, keduanya berasal dari satu keluarga. “Kalau warga kami sebenarnya hanya Susanto. Renard itu adiknya, tetapi alamatnya di Pagersari. Orang tuanya tinggal di dekat rumah Susanto,” ujar Hari.
Dia mengaku mengenal Susanto sebagai sosok pendiam. Pekerjaannya sebagai sopir membuat almarhum kerap bepergian, sehingga tidak terlalu sering berinteraksi dengan Hari dan warga lainnya.
Menurut Hari, informasi mengenai penemuan jenazah Susanto diterimanya dari Dinas Sosial dan BPBD Blitar. Pihak keluarga pun ternyata sudah lebih dahulu mengetahui perkembangan proses pencarian tersebut dan mulai mempersiapkan kepulangan jenazah korban.
“Saya mendapat kabar dari Dinsos setelah Isya (Senin malam). BPBD juga mengabarkan. Tetapi keluarganya ternyata sudah tahu lebih dahulu. Ketika saya datang, mereka sudah bersiap-siap,” jelasnya.
Jenazah Susanto kemudian dimakamkan di Tulungrejo. Pemilihan lokasi pemakaman tersebut berkaitan dengan keberadaan makam anggota keluarganya, termasuk orang tua dan adiknya, yang juga dimakamkan di sana. Hari menyebut keluarga menghendaki Susanto dimakamkan di lokasi yang sama dengan anggota keluarga lainnya.
Sementara itu, rumah yang selama ini ditempati almarhum di Desa Krisik merupakan rumah istrinya. “Orang tuanya juga dimakamkan di Tulungrejo. Adiknya kemarin juga di sana. Jadi, kemungkinan ingin dimakamkan berdekatan,” pungkasnya.(joe)



























