VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Sedikitnya 5 orang karyawan jadi korban ledakan akibat kebocoran gas LPG 50 kg yang berada di dalam Warung Nasi Tempong di Kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya, Senin (6/10/2026) pagi. Selain itu 42 Ruko, 16 hunian rumah elit dan 3 mobil yang terparkir di halaman depan ruko ikut mengalami kerusakan akibat ledakan keras.
Kelima korban yang merupakan karyawan warung nasi tempong langsung dievakuasi untuk mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, lima korban tersebut terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan. Mereka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
"Korban saat ini ada tiga korban laki-laki, kemudian dua korban perempuan. Sudah dirawat di Rumah Sakit," kata Luthfie.
Kelima korban tersebut yakni Eky (27), warga Sedati Grand Santosa. Eky mengalami luka bakar pada kedua lengan.
Selanjutnya Windy Pratama (30), warga Jalan Ploso 1 Nomor 2. Windy mengalami luka bakar pada tangan kanan dan wajah.
Korban lainnya Kholifa (27), warga Nginden Baru 3 Nomor 13. Dia mengalami luka robek pada lutut kanan serta luka bakar pada siku dan rambut.
Kemudian Moch Syofan (19), warga Wonokusomo Jaya 1/74. Dia mengalami luka bakar pada bagian kening.
Sementara Liutami Matul Khoiriyah (23), warga Cumpat Gang TPI Nomor 3, mengalami luka bakar pada wajah, leher, kedua tangan, dan paha.
Kelima korban dievakuasi setelah ledakan terjadi saat aktivitas memasak berlangsung di Ruko Nasi Tempong Dewi Sri. Mereka kemudian dibawa ke RS Haji Surabaya untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Luthfie mengatakan polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Jibom. Dari pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan kandungan bahan peledak di lokasi.
"Untuk TKP sudah kita lakukan olah TKP, saat ini Jibom juga sudah melakukan olah TKP dan meyakinkan sampai dengan saat ini tidak ditemukan kandungan bahan peledak," ujar Luthfie.
Berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan sejumlah saksi, polisi menduga ledakan berkaitan dengan kebocoran gas LPG. Namun, pemeriksaan di lokasi masih dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian ledakan.
Saat ini kelima korban masih menjalani perawatan medis, sementara petugas masih melakukan pemeriksaan dan pendataan di lokasi ledakan.(joe)



























