
Pengadilan Tipikor Semarang Lanjutkan Kasus Dugaan Korupsi Sritex

VOICEINDONESIA.CO, Semarang - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang menolak eksepsi yang diajukan Komisaris Utama PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto dan Direktur Utama PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto dalam perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit kepada perusahaan tekstil tersebut yang kini telah pailit.
"Menolak keberatan terdakwa atas dakwaan penuntut umum. Memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara," kata Hakim Ketua Rommel Franciskus Tampubolon saat membacakan putusan sela dalam sidang di Semarang, Senin (19/1/2026).
Hakim menyatakan dakwaan yang disusun oleh penuntut umum telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku, sehingga tidak terdapat alasan untuk menghentikan proses persidangan.
Baca Juga: 38 Siswa SDN 1 Darmaji dan MI Hidayatusholihin Diduga Keracunan MBGMenurut Rommel, keberatan yang diajukan oleh para terdakwa dan penasihat hukumnya telah masuk ke dalam substansi pokok perkara yang seharusnya dibuktikan dalam persidangan.
"Majelis tidak menanggapi pokok perkara yang diajukan oleh penasihat hukum terdakwa," katanya.
Ia menegaskan materi keberatan tersebut harus diuji melalui pembuktian agar pokok perkara menjadi terang dan jelas.
Atas putusan sela itu, majelis hakim memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara dengan menghadirkan saksi-saksi pada persidangan selanjutnya.
Baca Juga: 27 WNA China Terlibat Love Scamming Diamankan di TangerangDalam perkara ini, Komisaris Utama PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto dan Direktur Utama PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas kredit yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp1,3 triliun.
Kerugian negara tersebut berasal dari kredit bermasalah yang diberikan sejumlah bank daerah, yakni Rp502 miliar dari Bank Jateng, Rp671 miliar dari Bank BJB, dan Rp180 miliar dari Bank DKI. (af/ri)
Pilihan Redaksi: Menakar Urgensi Transformasi Total KemenP2MI demi Perlindungan ParipurnaPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



