
Polda Bali Sita Sabu Senilai Rp9 Miliar

VOICEINDONESIA.CO, Denpasar – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Bali berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat enam kilogram senilai Rp9 miliar.
Dua orang kurir jaringan Jakarta-Bali, yakni Agus Santoso (49) dan Bayu Hidayatulah (33), ditangkap petugas saat mencoba masuk ke Pulau Dewata melalui Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Rabu (4/2/2026).
Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, menjelaskan bahwa kedua tersangka merupakan orang suruhan dari seorang pengendali berinisial L di Jakarta. Meski saling berkaitan dalam satu jaringan, polisi memisahkan penanganan kedua tersangka ke dalam dua berkas perkara yang berbeda.
Baca Juga: 10 Orang Ditangkap Terlibat Sindikat Perdagangan Anak di Sumatera"Tindak pidana ini sebetulnya saling berkaitan, namun kami split jadi dua berkas perkara. Keduanya ditangkap secara terpisah di Gilimanuk," ujar Daniel dalam konferensi pers di Denpasar, Sabtu (7/2/2026).
Dalam kasus pertama, tersangka AS ditangkap dengan barang bukti 2,98 kilogram sabu.
Ia mengaku dijanjikan imbalan Rp50 juta untuk membawa paket tersebut dari sebuah hotel di Jakarta menuju Bali.
Sementara itu, pada kasus kedua, tersangka BH membawa sabu seberat lebih dari tiga kilogram yang diambil dari kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara.
Baca Juga: Agen TKA Kawasan Industri Ketapang Kena Sanksi Denda Rp2,17 MiliarBerbeda dengan AS, BH dijanjikan upah lebih besar, yakni Rp35 juta untuk setiap kilogram sabu yang berhasil diantar.
Direktur Reserse Narkoba Polda Bali, Kombes Pol. Radiant, menambahkan bahwa narkotika tersebut rencananya akan diserahkan kepada seseorang di wilayah Pemogan, Denpasar Selatan.
Para kurir ini memanfaatkan moda transportasi bus antar provinsi untuk mengelabui petugas sebelum akhirnya terendus oleh tim Ditresnarkoba.
Atas perbuatannya, kedua tersangka kini terancam hukuman berat. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang telah disesuaikan dengan UU Nomor 1 Tahun 2026.
Ancaman hukuman maksimal bagi para kurir ini adalah pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun. (af/ri)
Pilihan Redaksi: Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



