VOICE Indonesia
HOT
Daerah

Polda Jateng Edukasi Ratusan Pelajar di Semarang soal Keselamatan Berlalu Lintas

M. Rizki - VOICEIndonesia.co4 menit baca

Ringkasan Berita

AI
VOICE Indonesia di Google
Polda jateng
Sebanyak 200 siswa SMK Negeri 8 Semarang mendapatkan edukasi keselamatan berlalu lintas dari Polda Jawa Tengah(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Semarang – Sebanyak 200 siswa SMK Negeri 8 Semarang mendapatkan edukasi keselamatan berlalu lintas dari Polda Jawa Tengah melalui kegiatan sosialisasi Operasi Patuh Candi 2026, Rabu (4/11/2026). Edukasi dikemas secara interaktif melalui diskusi dan kuis agar para pelajar memahami pentingnya tertib berlalu lintas sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut digelar Satgas Preemtif Ditbinmas Polda Jateng. Dipimpin Iptu Agustian Yudha bersama 13 personel, sosialisasi diikuti siswa kelas XI dan XII dengan didampingi para guru wali kelas.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai tujuan dan pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026, termasuk berbagai aturan lalu lintas yang wajib dipatuhi pengguna jalan. Mereka juga diajak membahas jenis pelanggaran yang kerap dilakukan pelajar, risiko kecelakaan, hingga konsekuensi hukum akibat ketidakpatuhan terhadap aturan.

"Dalam kegiatan ini, kami memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai tujuan pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026, masa berlangsungnya operasi, serta berbagai ketentuan berlalu lintas yang harus dipatuhi oleh setiap pengguna jalan. Kami juga mengajak siswa berdiskusi mengenai jenis pelanggaran yang kerap dilakukan kalangan pelajar, berikut risiko keselamatan dan konsekuensi hukum yang dapat timbul akibat pelanggaran tersebut," ujar Iptu Yudha.

Agar materi lebih mudah dipahami, petugas tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga menggelar sesi tanya jawab dan kuis tebak rambu lalu lintas. Para siswa diajak memahami pentingnya penggunaan helm, kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan, serta memastikan kelengkapan kendaraan sebelum berkendara.

Menurut Yudha, pendekatan interaktif tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran pelajar untuk mematuhi aturan bukan karena takut terkena sanksi, melainkan karena memahami pentingnya keselamatan.

"Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat pesan keselamatan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, tertib berlalu lintas bukan hanya untuk menghindari teguran maupun sanksi petugas, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab dalam melindungi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya," tambahnya.

Salah seorang siswa, Syarif dari kelas XI, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru melalui sosialisasi tersebut. Ia menilai penyampaian materi yang disertai diskusi dan permainan membuat edukasi lebih menarik dan mudah dipahami.

"Menurut saya, sosialisasi tadi sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman. Kami diajarkan agar lebih patuh dan mengerti mengapa harus patuh serta apa manfaatnya ketika kita tertib berlalu lintas. Bagian yang paling menarik adalah kuis tebak rambu-rambu karena interaktif," ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Tim Kesiswaan SMKN 8 Semarang, Ika Sari Astarina. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat positif bagi siswa, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai kedisiplinan dan kelengkapan berkendara.

"Kami dari pihak sekolah berharap kegiatan edukasi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kesadaran tertib berlalu lintas semakin tertanam di lingkungan sekolah," tuturnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menegaskan, edukasi kepada pelajar menjadi salah satu langkah penting untuk membangun budaya keselamatan berlalu lintas. Menurutnya, ketertiban di jalan raya tidak cukup diwujudkan melalui pengawasan dan penindakan, tetapi harus diiringi kesadaran serta kedisiplinan masyarakat.

"Melalui Operasi Patuh Candi 2026, kami tidak hanya mengedepankan penegakan aturan, tetapi juga terus mengintensifkan langkah edukasi dan pencegahan. Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, memahami bahwa tertib berlalu lintas bukan karena takut ditilang, melainkan karena menyadari bahwa keselamatan merupakan kebutuhan dan tanggung jawab bersama," jelas Yuliyanto.

Ia juga mengajak para pelajar menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan membagikannya kepada keluarga maupun teman sebaya.

"Kami mengimbau para pelajar untuk selalu mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan saat berkendara. Jadilah pelopor keselamatan dengan memberikan contoh yang baik dan saling mengingatkan. Karena keselamatan di jalan raya merupakan kepentingan kita bersama," pungkasnya.

Melalui edukasi di lingkungan sekolah, Polda Jateng berharap kesadaran tertib berlalu lintas dapat tumbuh menjadi kebiasaan di kalangan generasi muda, sehingga budaya keselamatan tetap terjaga tidak hanya selama Operasi Patuh Candi 2026, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. (Ls)

Pilihan Redaksi

Mukhtarudin Gandeng Barantin Perkuat Pelindungan Pekerja MigranPekerja Migran Indonesia

Mukhtarudin Gandeng Barantin Perkuat Pelindungan Pekerja Migran

VOICE Indonesia· 03 November 2026
##lalulintas #lantas #poldajateng #semarang #siswa #pelajar
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.