VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Ratusan sopir truk dan towing yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) masih bertahan melakukan aksi penyampaian aspirasi di depan Kantor Pertamina MOR V Surabaya, Kamis (1/10/2026). Mereka masih bertahan karena belum mendapat jawaban memuaskan atas pertemuan dengan pihak Pertamina.
Pantauan di lapangan, tampak ratusan truk memblokade dengan menutup Jalan Jagir. Truk-truk sudah terparkir sejak perempatan Stasiun Wonokromo, berjejer sepanjang 600 meter hingga Jalan Jagir.
Akibatnya, aktivitas masyarakat yang biasa melintas Jalan Jagir harus berputar karena penutupan jalan ini. Pihak kepolisian juga di titik-titik tertentu terus melakukan pengalihan untuk mengambil alternatif jalan lain.
Hingga kini, para massa aksi belum melakukan penyampaian aspirasi. Namun, mereka terus menerus memutar musik dengan suara kencang melalui speaker-speaker besar di atas truk.
Ketua GSJT, Angga Ferdiansyah mengaku, aksi ini terus dilakukan sebagai bentuk protes karena banyak sopir yang kesulitan mendapat BBM bersubsidi. Utamanya, banyak sopir kendaraan towing yang tidak bisa mengakses BBM bersubsidi karena perbedaan persepsi dengan kendaraan flatdeck dan derek.
"Padahal jelas-jelas dari pihak Dishub dan juga BPTD memberikan statement bahwa kendaraan-kendaraan tersebut seharusnya masih bisa mendapatkan BBM bersubsidi," kata Angga ditemui di lokasi.
Ia mengaku, sudah bertemu dengan pihak Pertamina tadi malam. Hanya saja, dalam pertemuan tersebut tidak ada jawaban memuaskan bagi para massa aksi.
"Kalau ditemui kemarin sempat ditemui, tapi di situ kan deadlock, tidak ada kesepakatan, seperti itu. Karena yang nemui tidak mempunyai kebijakan atau kewenangan di situ. Harusnya kalau memang mereka dengan sungguh-sungguh menanggapi aksi kami, di surat pemberitahuan aksi kami pun sudah jelas di situ. Bahwa terkait memang regulasi ini jika membutuhkan orang BPH Migas, seharusnya orang BPH Migas dihadirkan, seperti itu," ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya masih bertahan melakukan aksi. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena aksi yang dilakukan berdampak pada aktivitas masyarakat pengendara yang melintas lokasi tersebut.(joe)



























