
Ternyata Ada Mafia Kabel Laut Terhubung hingga ke Australia

Baca Juga: RS Indonesia di Gaza Dilecehkan Israel, Diplomasi Pemerintah Kembali Tak Bertaji Ia mendesak PSDKP untuk segera melakukan pengusutan tuntas dan penegakan hukum guna mengamankan aset serta pendapatan negara. “Ini temuan yang sangat berharga. Dikarenakan ada potensi pendapatan negara yang cukup besar dari kabel laut yang belum berizin. Kita minta untuk diusut, dicari tahu, dan ditegakkan aturan yang berlaku di laut kita,” ujar Kharis. Senada dengan hal itu, Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser memaparkan bahwa jaringan fiber optik ilegal ini memiliki jangkauan yang sangat luas, bahkan terhubung hingga ke negara tetangga seperti Australia. Baca Juga: Cegah Pelecehan di Kantor, DKI Jakarta Rombak Aturan Perlindungan Perempuan Meski menjadi jalur komunikasi strategis, ketiadaan izin resmi dari para operator kabel tersebut jelas melanggar aturan kedaulatan dan kepentingan ekonomi nasional. Dadang menekankan bahwa penertiban tegas merupakan harga mati untuk memaksimalkan potensi penerimaan negara dari sektor kelautan. DPR RI berkomitmen untuk mendorong langkah-langkah strategis bagi kementerian terkait agar pengawasan di wilayah perairan diperketat. Langkah penertiban ini bukan hanya soal administrasi, melainkan bentuk perlindungan kepentingan nasional di bawah laut. “Kalau tanpa izin, harus ditertibkan. Tegakkan aturan, karena ini menyangkut kepentingan dan keuntungan negara,” pungkas Dadang menutup tinjauan di Pelabuhan Benoa tersebut. (af/ri) Pilihan Redaksi: Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan!
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



