
Tips Cegah Pencurian Suara Ala Kominfo

VOICEINDONESIA.CO, Tangerang – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang mengeluarkan peringatan resmi terkait munculnya modus penipuan baru berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikenal dengan istilah "Telepon Hening".
Modus ini bertujuan mencuri sampel identitas suara korban untuk dikloning guna melakukan penipuan terhadap orang-orang terdekat.
Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menjelaskan bahwa dalam modus ini, pelaku sengaja diam saat panggilan diangkat untuk memancing korban mengeluarkan suara secara jernih.
Baca Juga: Bikin Ulah di Bali, WNA Inggris Ternyata Langgar Izin Tinggal
Rekaman singkat tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi AI menjadi suara yang identik dengan korban.
"Fenomena ini harus diwaspadai, karena oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan panggilan dari nomor tidak dikenal. Kami meminta warga Kota Tangerang untuk lebih berhati-hati," ujar Mugiya di Tangerang, Sabtu (18/4/2026).
Guna mengantisipasi ancaman tersebut, Dinas Kominfo mensosialisasikan protokol keamanan "Silent First".
Baca Juga: Gunakan Alat Pertanian, Dua Tersangka Penimbun BBM di Lamongan Diamankan
Masyarakat diimbau untuk tidak memulai pembicaraan saat menerima telepon dari nomor asing dan membiarkan penelepon berbicara terlebih dahulu.
Selain itu, warga diminta menghindari kata kunci riskan seperti "Iya", "Halo", atau "Siapa ini?" secara berulang karena sering dijadikan basis data kloning.
Jika dalam kurun waktu 3 hingga 5 detik penelepon tetap diam, warga disarankan segera mematikan sambungan dan memblokir nomor tersebut.
Sebagai langkah verifikasi tambahan, Mugiya menyarankan penggunaan aplikasi pelacak nomor dan pembuatan kata sandi rahasia keluarga.
"Siapkan kata sandi rahasia yang hanya diketahui keluarga inti untuk memverifikasi kebenaran jika ada kerabat yang menelepon menggunakan suara mirip, namun meminta bantuan dana darurat," tambahnya.
Bagi warga yang merasa sudah terlanjur memberikan sampel suara atau terjebak dalam percakapan panjang dengan nomor mencurigakan, Kominfo meminta mereka segera mengedukasi kontak terdekat agar tidak mudah terkecoh jika ada permintaan bantuan yang tidak wajar di kemudian hari. (af/ri)
Pilihan Redaksi: Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan! Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



