
Bagini Nasib Aset Pertamina di Venezuela setelah Serangan Amerika

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) melalui afiliasinya, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memiliku aset migas di Venezuela. Negara kaya minyak itu baru saja diserang oleh Amerika Serikat, bahkan presidennya ditangkap dan berencana untuk diadili dengan tuduhan jual beli narkoba hingga perdagangam senjata.
PIEP sendiri merupakan pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 71,09% pada Maurel & Prom (M&P). Salah satu aset yang dikelola oleh M&P berada di Venezuela.
M&P memiliki saham 50% Iberoamerica Petroregional (Urdaneta West) dimana 40% produksinya atau sekitar 32% bersih bagi M&P. Kemudian juga ikut kelola Blok 70/80 melalui Legopetrol melalui integra dengan kepemilikan saham 10% dengan produksi 26,35% dan jatah bagi M&P sebesar 2.635%.
Dhaneswari Retnowardhani, Manager Relations Pertamina Internasional EP (PIEP) memastikan aset Pertamina di sana tidak terdampak serangan negeri paman sam.
"Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela," kata Dhaneswari dalam keterangannya dikutip Senin (5/1/2025).
PIEP kata dia terus melakukan pemantauan secara cermat terhadap dinamika situasi yang berkembang, serta menjalin koordinasi yang berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas sebagai bagian dari langkah kehati-hatian dan komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan serta keberlangsungan operasional.
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



