VOICE Indonesia
Ekonomi

Konflik AS–Venezuela Memanas, Pemerintah Terus Pantau Harga Minyak

Afifah - VOICEIndonesia.co
Konflik AS–Venezuela Memanas, Pemerintah Terus Pantau Harga Minyak
Konflik AS–Venezuela Memanas, Pemerintah Terus Pantau Harga Minyak
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan eskalasi politik antara Amerika Serikat dan Venezuela belum berdampak terhadap harga minyak impor Indonesia. Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan geopolitik tersebut karena Venezuela merupakan salah satu negara produsen minyak dunia. Pernyataan itu disampaikan Airlangga sebelum bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1/2025). “Harga minyak kita monitor. Kalau satu-dua hari ini pun tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi,” ujar Airlangga. Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Siaga Penularan Super Flu Ia menyebutkan harga minyak dunia saat ini masih relatif rendah, yakni sekitar 63 dolar AS per barel. Meski demikian, pemerintah mewaspadai potensi lonjakan harga seiring meningkatnya eskalasi politik dan militer antara Amerika Serikat dan Venezuela. “Dengan eskalasi ini tentu ada prediksi harga minyak bisa naik. Tapi pemerintah akan terus memonitor, berkoordinasi, dan menyiapkan langkah antisipasi,” katanya. Di sisi lain, laporan kantor berita internasional menyebutkan ekspor minyak Venezuela lumpuh di tengah operasi militer Amerika Serikat. Baca Juga: Akses Ruko Digembok Akibat Sengketa, Ratusan Pekerja Gelar Aksi Protes  Sejumlah kapal tanker dilaporkan belum mendapatkan izin keberangkatan, sehingga pengiriman minyak mentah ke Amerika Serikat dan Asia tertahan. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi pasokan minyak global, meskipun dampaknya terhadap Indonesia hingga kini belum terasa secara langsung. Sementara itu, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memastikan aset minyak milik anak usahanya di Venezuela tidak terdampak akibat konflik tersebut. PIEP merupakan pemegang 71,09 persen saham perusahaan migas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P), yang memiliki aset di Venezuela. “Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” kata Manager Relations PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, dalam pernyataan tertulis. Sebagai langkah mitigasi, PIEP terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas guna memastikan keamanan aset dan personel di tengah situasi yang masih berkembang. (af/hi) Pilihan Redaksi: PR Sistemik: Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Harus Direformasi Total 

Pilihan Redaksi

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMIPekerja Migran Indonesia

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI

Afifah· 17 July 2026
#Geopolitik#Harga Minyak#Konflik AS-Venezuela
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.