VOICE Indonesia
Ekonomi

Gara-gara Sikap Amerika, Iran Ancam Perluas Blokade Jalur Perdagangan Laut Timur Tengah

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Gara-gara Sikap Amerika, Iran Ancam Perluas Blokade Jalur Perdagangan Laut Timur Tengah
Gara-gara Sikap Amerika, Iran Ancam Perluas Blokade Jalur Perdagangan Laut Timur Tengah
VOICEINDONESIA.CO, Teheran — Ketegangan geopolitik memasuki fase baru setelah Iran membuka kemungkinan menutup jalur perdagangan laut yang lebih luas di tengah tekanan militer dan ekonomi yang terus meningkat. Langkah ini berkaitan dengan kebijakan Amerika Serikat yang memblokade Selat Hormuz sejak Senin (13/04/2026), yang dinilai berdampak langsung pada arus perdagangan dan keamanan kawasan. “Angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun untuk berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah,” kata Ali Abdollahi, Rabu (15/4/2026). Pernyataan tersebut mempertegas sikap Iran yang mulai memperluas tekanan, tidak hanya di Selat Hormuz, tetapi juga berpotensi menjangkau jalur strategis lain yang menjadi nadi perdagangan global. Iran juga menilai kebijakan blokade tersebut berisiko merusak kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya sempat dijalankan kedua pihak.

Baca Juga : Respons Pernyataan Trump, Iran Ancam Serang Pusat Energi Negara Teluk yang Tampung Militer AS “Jika tekanan itu terus dilakukan, itu akan menjadi gerbang pelanggaran gencatan senjata,” ujarnya. Di sisi lain, pemerintah Iran tetap mengirim sinyal membuka ruang dialog di tengah eskalasi konflik yang belum mereda. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan pendekatan negaranya tidak berorientasi pada perang. “Apa pembenaran yang ada dengan menargetkan warga sipil, elit, anak-anak, dan menghancurkan pusat-pusat vital,” kata Pezeshkian. Ketegangan kawasan meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026, yang kemudian direspons dengan serangan balasan ke sejumlah titik strategis. Upaya perundingan di Islamabad pada 11 April 2026 belum membuahkan hasil, terutama terkait tuntutan pembukaan kembali Selat Hormuz serta isu program nuklir Iran. Situasi ini membuat jalur perdagangan internasional di kawasan Teluk semakin rentan, seiring langkah blokade yang diberlakukan terhadap kapal-kapal dari berbagai negara. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan!

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi SorotanNasional

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan

Afifah· 16 July 2026
#Iran#Konflik Timur Tengah#trump
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.