
Kelangkaan Plastik Bikin Harga Pangan Kemasan Ikut Naik

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Kelangkaan bahan baku plastik akibat konflik Timur Tengah berdampak pada kenaikan harga beras sekitar Rp300 per kilogram. Sementara harga gula diperkirakan naik Rp100 hingga Rp150 per kilogram, meski angka ini masih berupa perhitungan sementara.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa menjelaskan pihaknya telah melakukan rapat dengan para pemangku kepentingan untuk membahas dampak gejolak geopolitik terhadap pasokan plastik. Para pelaku usaha beras, gula, dan pangan kemasan ikut dilibatkan dalam pembahasan tersebut.
"Memang kita sudah menghitung secara kasar. Di beras itu hampir sekitar Rp300 per kilogram dampaknya," kata Ketut dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (22/4/2026). Ketut menambahkan dampak pada gula relatif lebih kecil dibanding beras. Namun perhitungan ini masih bersifat kasar dan belum detail, sehingga kemungkinan angka sebenarnya bisa lebih rendah dari perkiraan awal. "Tapi di gula relatif lebih sedikit, sekitar Rp100 sampai Rp150. Itu pun masih kasar, belum kami hitung detail. Mungkin bisa lebih rendah dari itu," jelasnya. Kenaikan harga bahan baku plastik ini langsung mempengaruhi biaya produksi pelaku usaha pangan. Kemasan plastik menjadi komponen penting dalam distribusi komoditas beras dan gula, sehingga kelangkaan pasokan berimbas pada struktur biaya produksi secara keseluruhan.Baca Juga : Dua Kapal Produksi Dalam Negeri Ini Topang Distribusi BBM Nasional Pemerintah tidak tinggal diam menghadapi persoalan ini. Koordinasi penanganan dipercayakan kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian untuk mempercepat pencarian sumber pasokan alternatif yang dapat menjaga stabilitas harga pangan nasional. "Kita percayakan dulu kepada teman-teman di Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian juga," ujar Ketut. Para pelaku usaha produsen plastik juga bergerak mencari pasokan alternatif. Mereka membidik peluang dari negara-negara produsen minyak bumi selain Timur Tengah, termasuk kemungkinan pasokan dari Rusia atau negara penghasil minyak lainnya. "Semua bergerak, pelaku usaha kan tidak diam, dia akan mencari dan sudah akan berusaha mencari peluang-peluang tadi. Apakah dari Rusia atau negara lain selain Timur Tengah," beber Ketut. Ketut menegaskan pemerintah terus bergerak mencari pasokan bahan baku plastik guna menekan dampak kenaikan biaya. Berbagai upaya tengah dilakukan dengan harapan dalam waktu dekat persoalan kekurangan bahan baku plastik dapat segera teratasi. "Pemerintah tidak diam, tidak menunggu, tapi sedang mencari upaya-upaya tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, relatif problem kekurangan pasokan bahan baku plastik ini bisa diselesaikan dengan baik," katanya. Dalam pantauan Bapanas, pergerakan harga gula konsumsi secara nasional selama sebulan terakhir mengalami penyesuaian namun masih tergolong wajar dengan kenaikan sekitar 1,94 persen. Rata-rata harga gula konsumsi nasional tercatat dari Rp18.412 per kilogram naik tipis menjadi Rp18.770 per kilogram pada 20 April. Kendati demikian, proyeksi produksi gula kristal putih dalam negeri April ke Mei akan mulai meningkat. Dari sekitar 58,3 ribu ton akan meningkat menjadi 276,4 ribu ton, sehingga diharapkan mampu meredam tekanan harga di pasar domestik. Sementara rata-rata harga beras medium dalam sebulan terakhir berfluktuasi hanya di 0,29 persen dan beras premium di 0,37 persen. Rata-rata harga beras medium secara nasional sebulan lalu berada di Rp13.378 per kilogram menjadi Rp13.417 per kilogram per 20 April, sedangkan beras premium dari Rp15.640 per kilogram menjadi Rp15.698 per kilogram. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Menteri Mukhtarudin Harus Tegas, Singkirkan Calon Atase Rekanan Mafia!
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



