VOICE Indonesia
Ekonomi

2.280 Ton Beras Bersertifikat Kesehatan Bapanas Segera Diekspor ke Arab Saudi

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
2.280 Ton Beras Bersertifikat Kesehatan Bapanas Segera Diekspor ke Arab Saudi
2.280 Ton Beras Bersertifikat Kesehatan Bapanas Segera Diekspor ke Arab Saudi
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menerbitkan dokumen Health Certificate untuk beras yang akan diekspor ke Arab Saudi sebagai jaminan keamanan pangan memenuhi standar negara tujuan. Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto menyatakan sertifikat kesehatan tersebut menerangkan beras Perum Bulog telah memenuhi standar keamanan dan mutu yang dipersyaratkan untuk ekspor. "Dalam sertifikat HC ini diterangkan bahwa beras Perum Bulog dinyatakan memenuhi standar keamanan dan mutu yang dipersyaratkan," katanya pada Sabtu (7/3/2026). Penerbitan dokumen Health Certificate dilakukan Bapanas bersama Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah Provinsi Banten. Dokumen ini diterbitkan dalam kapasitas Bapanas sebagai OKKP Pusat yang memiliki kewenangan memastikan terpenuhinya persyaratan higiene dan sanitasi untuk Pangan Segar Asal Tumbuhan yang diperdagangkan lintas negara. Proses penerbitan HC telah sesuai target waktu yang ditetapkan pemerintah bersama Bulog. Dokumen ini menjadi jaminan keamanan pangan segar asal tumbuhan yang menjadi komoditas ekspor Indonesia ke Arab Saudi. "Selain OKKPD Banten, Badan Pangan Nasional bersama OKKPD Jatim dan Jabar juga siap memfasilitasi penerbitan izin edar HC untuk ekspor beras selanjutnya," ujarnya.

Baca Juga : Kementerian PU Gelontorkan Rp118 Triliun Perkuat Irigasi Pertanian dan Konektivitas Dokumen HC ekspor beras dapat dipergunakan importir di Arab Saudi untuk melakukan registrasi melalui Food Import Registration System, Saudi Food and Drug Authority. HC merupakan bukti higiene sanitasi dalam bentuk Sertifikat Penerapan Penanganan yang Baik Pangan Segar Asal Tumbuhan. Beras Bulog yang akan diekspor telah memenuhi persyaratan batas maksimal cemaran logam berat dan mikrotoksin, batas maksimal residu pestisida, serta mutu dan label. Penerbitan HC ini merupakan salah satu rangkaian untuk menjamin keamanan dan mutu pangan beras yang diekspor bersama Badan Karantina Indonesia yang juga menerbitkan Phytosanitary Certificate. "Ini merupakan bentuk komitmen dan jaminan pemerintah bahwa beras ekspor sudah sesuai dengan standar keamanan dan mutu pangan yang berlaku di kedua negara," tegasnya. Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambut baik langkah ekspor beras ke Arab Saudi sebagai sejarah baru bagi Indonesia. Ekspor beras perdana 2.280 ton untuk jamaah haji Indonesia merupakan aksi nyata pemerintah sebagai implikasi positif swasembada beras yang diraih akhir tahun 2025 tanpa adanya importasi. Baca Juga : Tingkatkan Kesejahteraan Petani Karo, Wamentan Sudaryono Dorong Hilirisasi Pertanian Ekspor beras tersebut untuk memenuhi kebutuhan jamaah dan petugas haji tahun 2026 yang diperkirakan mencapai total 205.420 orang. Dengan asumsi konsumsi 170 gram nasi per orang per hari, maka diperoleh angka 2.280 ton dalam bentuk beras. Kementerian Haji dan Umrah merencanakan jemaah haji akan mendapatkan porsi nasi seberat 170 gram setiap kali makan yang didampingi lauk 80 gram, dan sayur 75 gram serta air mineral dan pelengkap lainnya. Jumlah kebutuhan beras dihitung berdasarkan frekuensi makan jemaah yang mencapai 78 kali di Makkah, 27 kali di Madinah, dan 6 kali di wilayah Armuzna. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Ekstradisi Atau Represi: Jangan Manjakan Kriminal Siber

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMIPekerja Migran Indonesia

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI

Afifah· 17 July 2026
#Bapanas#beras bersertifikat kesehatan#dokumen HC
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.