VOICEINDONESIA.CO, Bandung – Ketegasan itu disampaikan Bahlil saat Rakernas dan Rapimnas SOKSI di Bandung, Sabtu (16/5/2026) malam. Ia mengakui keputusan ini tidak mudah karena pemerintah harus menanggung konsekuensi tambahan subsidi di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.
"Kita sudah memutuskan bahwa harga BBM subsidi, elpiji subsidi, sampai dengan harga 100 dollar per barrel, tidak akan kita naikkan harga BBM. Tidak akan kita naikkan dengan berbagai macam konsekuensi," tegas Bahlil.
Bahlil mengungkapkan sempat ada tekanan dari sejumlah pihak yang meminta pemerintah menaikkan harga BBM. Namun arahan Presiden Prabowo Subianto jelas, kebijakan energi harus tetap berpihak pada masyarakat yang tengah menanggung beban ekonomi global.
"Masa rakyat lagi susah, kita mau menaikkan harga BBM," ujar Bahlil.
Di luar soal subsidi energi, Bahlil juga menyoroti ketimpangan penguasaan sumber daya alam yang kian mencolok. Ia menyebut ada lonjakan kekayaan segelintir pihak yang bergerak di bisnis ESDM dalam tujuh tahun terakhir. Atas perintah Presiden, Bahlil kini diarahkan melakukan reformulasi tata kelola perizinan tambang agar negara mendapat porsi pendapatan yang lebih besar. Ia juga menyiapkan regulasi untuk melegalisasi sumur minyak rakyat yang selama ini beroperasi tanpa payung hukum yang jelas.



























