VOICE Indonesia
Hukum

Gegara Utang Pribadi, SPPG di Karawang Diserang Pakai Sajam

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Gegara Utang Pribadi, SPPG di Karawang Diserang Pakai Sajam
Gegara Utang Pribadi, SPPG di Karawang Diserang Pakai Sajam
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Dugaan penggelapan uang setoran sepeda motor sebesar Rp12 juta berujung pada penyerangan dan pengrusakan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Karawang, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026) malam. Aksi brutal ini dipicu persoalan utang pribadi yang memuncak menjadi kekerasan bersenjata tajam di area program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya mengungkapkan konflik bermula saat korban menuntut pertanggungjawaban atas dugaan penggelapan uang. Ketegangan yang memuncak berakhir dengan aksi penyerangan dan pengrusakan area SPPG oleh dua pelaku yang datang menggunakan sepeda motor. Pelaku langsung mencari petugas keamanan yang sedang berjaga dan terjadi cekcok hingga mengacungkan golok. Petugas keamanan terpaksa berlindung di ruang loker relawan, namun pelaku merusak pintu dengan senjata tajam hingga jebol dan masuk ke dalam ruangan. "Kami mengecam keras tindakan tersebut. Ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan serangan terhadap fasilitas negara yang melayani masyarakat," ujar Sony di Jakarta pada Kamis (19/3/2026). Korban mengalami luka akibat sabetan senjata dan pecahan kaca. Fasilitas SPPG mengalami kerusakan termasuk pintu dan peralatan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian segera melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan satu pelaku, sementara pelaku lainnya melarikan diri.

Baca Juga : Konglomerat dan Bos Djarum, Michael Bambang Hartono Tutup Usia Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan dan olah tempat kejadian perkara. BGN memastikan pelaku akan diproses secara hukum tanpa kompromi karena keamanan seluruh SPPG menjadi prioritas mutlak lembaga. "Kami tidak akan menoleransi aksi seperti ini," ujarnya. Sony menegaskan BGN akan memperkuat sistem keamanan di seluruh titik layanan dengan mengevaluasi total SPPG. Langkah ini termasuk meningkatkan pengamanan dan mitigasi risiko di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang di fasilitas program pemerintah. "Kami pastikan pelaku diproses secara hukum tanpa kompromi. Keamanan seluruh SPPG adalah prioritas mutlak," katanya. Saat ini situasi di lokasi telah kondusif dengan pengamanan dari aparat dan dukungan masyarakat setempat. BGN memastikan operasional program MBG tetap berjalan sembari memperketat pengawasan demi menjamin keamanan petugas dan keberlangsungan layanan bagi masyarakat. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Ekstradisi Atau Represi: Jangan Manjakan Kriminal Siber

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#penyerangan karyawan#perusakan fasilitas#SPPG
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.