
Lima Mahasiswa Universitas Brawijaya Temukan Sedotan Ramah Lingkungan Dari Bonggol Jagung

VoiceIndonesia.co - Lima mahasiswa Universitas Brawijaya membuat sedotan ramah lingkungan berbahan dasar bonggol jagung.
Penemuan sedotan ramah lingkungan tersebut merupakan upaya untuk mengurangi limbah sedotak plastik di masyarakat.
Sedotan yang terbuat dari bonggol jangung itu diberi nama Senggol. Menariknya sedotan Senggol bisa dimakan.
Menurut lima mahasiswa Universitas Brawijaya, bonggol jagung dapat digunakan sebagai bahan baku karena memiliki jumlah yang banyak.
"Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018, diperkirakan limbah bonggol jangung yang dihasilkan di Indonesia sekitar 5,7 juta ton pertahun. Hal ini menunjukkan banyaknya limbah bonggol tidak terpakai," kata Shalsa, salah satu mahasiswa Universitas Brawijaya.
📖 Baca Juga ↗Jokowi Minta Menteri dan Pemerintah Daeah Terkait Kaji LRT di Bogor dan Kelapa GadingDilansir dari laman Universitas Brawijaya, limbah bonggol jagung dalam bentuk serbu dipadukan dengan bahan baku seperti tepung beras, tepung tapioka dan bahan lain yang dapat dikonsumsi.
Sedotan dapat digunakan tanpa mengurangi citarasa minuman. Pembuatan sedotan dilakukan dengan memasak bahan-bahan kemudian dijemur di bawah panas matahari.
Senggol diformulasikan sehingga mendapat tekstur dan rasa yang pas. Senggol tahan pada air hingga suhu 100 derajat celcius dan suhu panas microwave 120 derajat celcius.
Selain itu, produk Senggol memiliki keunggulan yaitu belum ada dipasaran dan menjadi salah satu produk ramah lingkungan yang unik.
“Sedotan ini merupakan biodegradable straw atau sedotan yang dapat terurai secara alami. Jadi, SENGGOL ini dapat dijadikan alternatif yang baik untuk menggantikan sedotan plastik yang biasanya digunakan orang-orang” ucap Shalsa.
Dia menambahkan, menurut jurnal penelitian Bonggol jagung mengandung gizi seperti serat, karbohidrat dan juga selulosa yang cukup tinggi sebesar 48% yang berpotensi untuk menunjang kesehatan saluran pencernaan.
Diketahui lima mahasiswa tersebut adalah Shalsa Amalia (Statistika), Lisa Asaliontin (Statistika), Razika Natania (Teknologi Industri Pertanian), Atha Malika (Kimia) dan Aprilita Aurelia (Kimia).
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga



Indonesia Kutuk Tindakan Tak Manusiawi Israel terhadap Relawan Flotilla Gaza
21 Mei 2026 pukul 17.28

POCO C81 dan C81x Resmi Meluncur Dibekali Layar 120Hz Harga Dibawah Rp2 Jutaan
25 April 2026 pukul 07.05
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.
