
Twitter Tambahkan Centang Biru Akun Selebritas yang Telah Meninggal

Jakarta-Twitter baru-baru ini menambahkan centang biru pada sejumlah akun selebritas dan tokoh terkenal yang telah meninggal, seperti dilaporkan Washington Post, Senin.
Mendiang Chadwick Boseman, Kobe Bryant, dan Anthony Bourdain adalah selebritas terbaru yang diverifikasi di bawah Twitter Blue, layanan langganan berbayar platform media sosial Twitter yang memungkinkan siapa pun mendapatkan tanda centang biru pada akun jika mereka membayar $8 dolar Amerika Serikat (AS) sebulan dan mengonfirmasi nomor telepon.
Namun peraturan yang dibuat bos baru Twitter Elon Musk itu sepertinya tidak berlaku bagi aktor, atlet, dan koki selebritas yang meninggal bertahun-tahun yang lalu, bahkan sebelum Twitter Blue ada.
Akun mereka, dan setidaknya belasan selebritas lain yang telah meninggal, kini memiliki tanda centang biru, yang jika diarahkan ke atas, menampilkan pesan: "Akun ini diverifikasi karena mereka berlangganan Twitter Blue dan memverifikasi nomor telepon mereka"
Itu hanya yang terbaru dari serangkaian perubahan di bawah pimpinan Elon Musk, yang membeli perusahaan itu seharga $44 miliar dolar AS (Rp657 triliun) pada Oktober lalu. Sejak itu, Musk telah memberhentikan lebih dari 75 persen karyawan perusahaan, mengubah cara kerja pengguna dan, pada Kamis kemarin menghapus tanda centang dari ribuan akun terverifikasi milik selebritas, jurnalis, politisi, dan lainnya.
Tetapi selama akhir pekan, beberapa orang terkenal masih memiliki tanda centang, yang sekarang tersedia sebagai bagian dari langganan $8 dolar AS per bulan, bahkan jika mereka tidak membayarnya.
Musk mengatakan dia secara pribadi membayar langganan setidaknya tiga selebritas, salah satunya, penulis Stephen King. King kemudian men-tweet bahwa Musk "harus memberikan centang biru saya untuk amal,"
Mengenai akun mereka yang telah meninggal, belum jelas apakah seseorang membayar untuk Twitter Blue atau apakah Twitter telah memutuskan untuk memberikannya secara gratis. Banyak profil yang belum aktif sejak tokoh-tokoh tersebut meninggal, sementara yang lainnya dikelola secara aktif. Belum juga ada tanggapan resmi dari pihak Twitter mengenai temuan ini.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga



Indonesia Kutuk Tindakan Tak Manusiawi Israel terhadap Relawan Flotilla Gaza
21 Mei 2026 pukul 17.28

POCO C81 dan C81x Resmi Meluncur Dibekali Layar 120Hz Harga Dibawah Rp2 Jutaan
25 April 2026 pukul 07.05
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.
