VOICE Indonesia
Internasional

Iran Desak BRICS Turun Tangan Stabilkan Konflik Timur Tengah

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Iran Desak BRICS Turun Tangan Stabilkan Konflik Timur Tengah
Iran Desak BRICS Turun Tangan Stabilkan Konflik Timur Tengah
VOICEINDONESIA.CO, Teheran - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mendesak BRICS memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan stabilitas dan keamanan di kawasan Timur Tengah. Hal ini disampaikan dalam percakapan sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar pada Jumat (13/3/2026) waktu setempat. Araghchi menekankan badan ini kini harus mengambil langkah konkret untuk mendukung stabilitas regional di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Pernyataan ini muncul setelah serangan brutal AS dan Israel pada 28 Februari lalu yang menyasar berbagai target di Iran termasuk Teheran, menimbulkan kerusakan masif dan korban sipil. "Badan ini sekarang harus memainkan peran konstruktif dalam mendukung stabilitas dan keamanan regional," tulis Araghchi yang dikutip dari Telegram. Iran merespons agresi tersebut dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Serangan balasan ini dilakukan setelah AS dan Israel menewaskan lebih dari 1.300 warga Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang gugur pada hari pertama operasi militer. AS dan Israel awalnya mengklaim serangan "pre-emptif" mereka diperlukan untuk melawan ancaman dari program nuklir Iran. Namun mereka kemudian memperjelas keinginan untuk melihat pergantian kekuasaan di Iran, memperlihatkan motif politik di balik agresi militer tersebut.

Baca Juga : Iran Minta Warga Timur Tengah Laporkan Lokasi Pasukan AS dan Israel "Merujuk pada peran dan posisi BRICS sebagai organisasi yang bertujuan untuk memperluas kerja sama komprehensif," kata Araghchi. Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung nasional menyusul gugurnya Khamenei. Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran hukum internasional yang keji, sementara Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk operasi AS-Israel dan menyerukan de-eskalasi segera. Araghchi menegaskan BRICS memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk turun tangan dalam konflik ini. Sebagai organisasi yang mewakili ekonomi besar dunia, BRICS dinilai memiliki pengaruh signifikan untuk mendorong penghentian permusuhan dan menghadirkan solusi diplomatik di Timur Tengah. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Menguji Keseriusan Negara: Segera Sahkan Perubahan Ketiga UU PMI dan Ratifikasi ILO C188!

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#BRICS#Iran#Konflik Timur Tengah
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.