Baca Juga: Manfaatkan Paspor Palsu, Tiga WNA Dideportasi "Kami mengapresiasi langkah cepat Kemlu dan perwakilan RI. Keselamatan warga negara, termasuk PMI, menjadi prioritas pemerintah dalam situasi darurat seperti konflik," ujar Christina di Jakarta, Rabu (11/3). Rincian WNI yang dievakuasi mencakup 10 pekerja profesional, 14 pelajar, 2 pekerja migran, serta sisanya jurnalis dan wisatawan. Berdasarkan data koordinasi, dua pekerja migran yang dipulangkan tersebut diketahui juga pernah dievakuasi pada tahun lalu akibat kondisi serupa. Baca Juga: Empat Calon PMI Ilegal Nyaris Diselundupkan ke Malaysia Christina menegaskan bahwa meski Iran bukan merupakan negara penempatan resmi bagi PMI, negara tetap hadir memberikan perlindungan penuh. Saat ini, masih tercatat sekitar 329 WNI yang berada di Iran, dengan mayoritas berstatus mahasiswa yang terkonsentrasi di Kota Qom. Kementerian P2MI terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan memantau perkembangan di kawasan Timur Tengah melalui KBRI Teheran. Skenario evakuasi tahap kedua untuk 10 WNI lainnya dijadwalkan tiba pada Rabu ini guna memastikan tidak ada warga negara yang terdampak konflik tanpa pendampingan pemerintah. (af/hi) Pilihan Redaksi: Manfaatkan Paspor Palsu, Tiga WNA Dideportasi
Baca Berita Lainnya di Google News

























