VOICE Indonesia
Internasional

AS Optimistis Gencatan Senjata Thailand–Kamboja Akan Bertahan

Afifah - VOICEIndonesia.co
AS Optimistis Gencatan Senjata Thailand–Kamboja Akan Bertahan
AS Optimistis Gencatan Senjata Thailand–Kamboja Akan Bertahan

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat menyatakan optimistis bahwa gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja yang disepakati pada 27 Desember 2025 akan bertahan secara berkelanjutan, meskipun kedua negara memiliki sejarah panjang konflik di wilayah perbatasan.

Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, Michael George DeSombre, menyampaikan bahwa meskipun penyelesaian sengketa perbatasan kerap menghadapi tantangan, implementasi kesepakatan damai saat ini menunjukkan perkembangan positif.

“Saat ini kami melihat bahwa Perjanjian Perdamaian Kuala Lumpur telah dilaksanakan dan gencatan senjata telah berlaku. Kami optimistis bahwa gencatan senjata tersebut akan dapat dipertahankan,” kata DeSombre dalam pengarahan pers virtual yang diikuti dari Jakarta, Jumat (9/1/2025).

Baca Juga: Prabowo Beri Tiga Mandat ke Kemensos Tahun Ini, Apa Saja?

Thailand dan Kamboja selama puluhan tahun terlibat sengketa perbatasan yang sempat meningkat menjadi konflik bersenjata pada Juli lalu.

Ketegangan tersebut akhirnya mereda setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata pada 27 Desember 2025, yang mulai berlaku pada hari yang sama pukul 12.00 waktu setempat.

Sebelumnya, pada 26 Oktober 2025, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menandatangani Perjanjian Perdamaian Kuala Lumpur di Malaysia.

Kesepakatan tersebut ditujukan untuk mengakhiri konflik bersenjata dan menurunkan eskalasi di wilayah perbatasan kedua negara.

Baca Juga: Program MBG Diproyeksikan Serap Anggaran Tercepat di Kuartal I 2026

Penandatanganan perjanjian damai itu berlangsung di sela Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN dan disaksikan oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim serta Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Selain menyampaikan optimisme terhadap keberlanjutan gencatan senjata, DeSombre juga menekankan harapan Amerika Serikat agar aktivitas lintas batas kedua negara dapat kembali berjalan normal, khususnya di sektor ekonomi.

“Sebagai bagian dari hal tersebut, kami berharap perbatasan dapat dibuka kembali dalam waktu dekat agar pelaku usaha yang memiliki kegiatan di kedua sisi perbatasan Thailand–Kamboja dapat kembali beroperasi secara normal,” ujarnya.

Terkait insiden penembakan mortir oleh pasukan Kamboja di wilayah perbatasan pada 6 Januari, DeSombre menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan kejadian yang tidak disengaja.

Ia menuturkan bahwa komandan militer dari kedua negara segera berkoordinasi untuk menyelesaikan insiden tersebut sehingga situasi tetap terkendali dan tidak memicu aksi balasan dari pihak Thailand.

“Cara kedua negara menangani insiden tersebut benar-benar menunjukkan kekuatan serta kemungkinan besar keberlanjutan gencatan senjata ini,” kata DeSombre. (af/hi)

Pilihan Redaksi: Menggugat Negara: PMI Bukan Objek, Selamatkan Nyawa dari Perdagangan Manusia 

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#Genjatan Senjata#Thailand dan Kamboja
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.