VOICE Indonesia
Internasional

Berbalik Arah, Trump Kini Terang-terangan Incar Minyak Iran

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Berbalik Arah, Trump Kini Terang-terangan Incar Minyak Iran
Berbalik Arah, Trump Kini Terang-terangan Incar Minyak Iran
VOICEINDONESIA.CO, Washington — Pernyataan Trump soal Iran terus bergeser dan kini semakin mengejutkan. Presiden AS yang sebelumnya sesumbar tidak membutuhkan minyak Iran kini secara terbuka menyatakan ingin menguasai industri minyak negara tersebut sambil memberi sinyal perang perlu berlangsung lebih lama. Lewat unggahan di media sosial pada Jumat (3/4/2026) Trump secara gamblang memaparkan rencananya membuka Selat Hormuz sekaligus menguasai sumber daya energi Iran yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Teheran. "Dengan sedikit waktu tambahan kita dapat dengan mudah membuka Selat Hormuz, mengambil minyaknya, dan mendapatkan keuntungan besar," tulis Trump. Tak berhenti di sana Trump melanjutkan retorikanya dengan unggahan lain di platform Truth Social yang semakin provokatif. "Pertahankan minyaknya, ada yang mau?" tulisnya. Pernyataan itu bertolak belakang dengan pidatonya di Gedung Putih hanya sehari sebelumnya. Trump dengan percaya diri menyebut AS sama sekali tidak bergantung pada sumber daya Iran dan mengklaim perekonomian AS akan segera pulih tanpa harus mengandalkan minyak Teheran.

Baca Juga : Putin Bersedia Jadi Penengah Konflik Timur Tengah "Kita tidak lagi membutuhkan minyak mereka atau apapun yang mereka miliki tetapi kita berada di sana untuk membantu sekutu kita," kata Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, Rabu (2/4/2026). Awal pekan ini Trump juga membandingkan skenario Iran dengan Venezuela sebagai model yang bisa diterapkan namun mengakui hal itu membutuhkan kesabaran publik AS yang lebih besar. "Mereka ingin melihat ini berakhir. Jika kita tetap di sana saya lebih memilih mengambil minyaknya saja. Kita bisa melakukannya dengan sangat mudah," kata Trump. Namun rencana Trump itu berbenturan keras dengan hukum internasional. Resolusi Majelis Umum PBB tahun 1962 tentang Kedaulatan Permanen atas Sumber Daya Alam menegaskan minyak dan mineral adalah milik mutlak negara tempat sumber daya itu berada dan tidak bisa dirampas oleh pihak manapun. Hingga kini tidak ada kehadiran militer AS di darat dalam wilayah Iran dan Trump tidak merinci bagaimana pemerintahannya berencana mewujudkan ambisi tersebut. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : PR Sistemik: Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Harus Direformasi Total

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#Konflik Timur Tengah#minyak Iran#trump
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.