VOICE Indonesia
Internasional

Di PBB, Utusan Palestina Sebut Aneksasi Israel Dilakukan Terang-terangan

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Di PBB, Utusan Palestina Sebut Aneksasi Israel Dilakukan Terang-terangan
Di PBB, Utusan Palestina Sebut Aneksasi Israel Dilakukan Terang-terangan
VOICEINDONESIA.CO, Hamilton - Utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour menegaskan aneksasi Israel atas tanah Palestina kini terjadi secara terang-terangan tanpa tantangan dari komunitas internasional. Pernyataan ini disampaikan dalam sesi Dewan Keamanan PBB pada Rabu (18/2/2026). Mansour menuturkan tujuan Israel sejak lama adalah mengusir rakyat Palestina untuk merebut tanah Palestina. Skala dan kecepatannya telah berubah secara drastis, tetapi alat dan tujuannya tetap sama: permukiman dan teror pemukim, perampasan tanah dengan berbagai dalih serta penghancuran rumah. "Keputusan-keputusan terbaru Israel berarti kita telah mencapai ujung jalan; aneksasi kini terjadi secara terang-terangan, tanpa tantangan. Ini akan menentukan masa depan kawasan kita dan menghancurkannya," ujar Mansour. Ia menyinggung hari pertama Ramadan yang seharusnya menjadi bulan kedamaian dan refleksi spiritual. Namun warga Palestina di wilayah Palestina yang diduduki justru dirampas dari kemampuan mereka untuk menjalankan ibadah dengan bebas dan damai. Mansour menegaskan Palestina adalah milik rakyat Palestina, bukan untuk diperebutkan, dan bukan untuk dijual. Palestina bukan tanah tanpa rakyat, dan terlepas dari segala upayanya, Israel tidak akan dapat mengubah Palestina menjadi rakyat tanpa tanah.

Baca Juga : PBB Soroti Nilai Multilateralisme Kian Tergerus di Tengah Gejolak Dunia Saat menyinggung gencatan senjata di Gaza, Mansour mengatakan hal itu menyelamatkan nyawa warga Palestina dan Israel. Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui gencatan senjata tersebut membantu pembebasan sandera Israel, tetapi penderitaan rakyat Palestina masih jauh dari selesai. "Israel tidak menginginkan gencatan senjata. Tujuannya tetap pendudukan, aneksasi, dan pengusiran paksa di Gaza, yang kini terbagi menjadi dua di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur," tambah Mansour. Dengan menyerukan tindakan internasional, Mansour mendesak negara-negara anggota untuk menegaskan bahwa Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, merupakan satu kesatuan wilayah Negara Palestina. Israel harus memilih antara aneksasi dan perdamaian, tegasnya. "Solusi dua negara tidak boleh menjadi ilusi dua negara," tambahnya. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Ekstradisi Atau Represi: Jangan Manjakan Kriminal Siber

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#aneksasi Israel#PBB#utusan palestina
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.