
Gara-gara Amerika Selat Hormuz Kembali Membara

VOICEINDONESIA.CO, Teheran – Komando militer utama Iran, Markas Pusat Khatam al-Anbiya, menyatakan militer AS menyerang dua kapal Iran di dekat Selat Hormuz sekaligus melancarkan serangan udara ke sejumlah area sipil di Iran selatan, termasuk Bandar-e Khamir dan Sirik di Provinsi Hormozgan. Salah satu kapal yang diserang merupakan tanker minyak yang sedang berlayar dari perairan teritorial Iran menuju Selat Hormuz.
Iran tak tinggal diam. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam menyatakan pasukan mereka melancarkan operasi gabungan skala besar menggunakan rudal balistik, rudal jelajah antikapal, dan drone peledak yang menargetkan kapal perusak AS. Tiga kapal perusak AS disebut terpaksa mundur dari area Selat Hormuz akibat kerusakan signifikan.
Di sisi lain, Komando Pusat AS membantah narasi Iran. AS menyebut pihaknya justru mencegat serangan Iran yang tidak beralasan dan membalas dalam kapasitas pertahanan diri saat kapal-kapal angkatan laut melewati Selat Hormuz, dilansir Antara, Sabtu (9/5/2026).
Presiden AS Donald Trump dalam unggahannya di Truth Social menegaskan tidak ada kerusakan pada tiga kapal perusak AS dan mengancam serangan berikutnya akan jauh lebih keras. Namun sebelumnya Trump sempat menghentikan sementara Project Freedom, operasi pengawalan kapal komersial keluar dari Selat Hormuz, dengan alasan adanya kemajuan menuju kesepakatan damai dengan Iran. Operasi itu berjalan kurang dari 48 jam sebelum akhirnya ditangguhkan.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.


