
Amerika Kembali Langgar Gencatan Senjata, Fasilitas Militer Iran Diserang

VOICEINDONESIA.CO, Washington Dc – Trump menyebut serangan itu sebagai respons atas pelanggaran Iran terhadap perjanjian gencatan senjata yang sudah disepakati sebelumnya. CENTCOM mengonfirmasi serangan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas dugaan serangan Iran terhadap sebuah kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz.
"Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta lokasi radar pantai," tulis Trump melalui Truth Social, Minggu (28/6/2026).
Sebelum pernyataan Trump, media Iran melaporkan terjadinya ledakan di Pulau Qeshm, di dekat Kota Sirik, dan di sekitar Pelabuhan Bandar-e Lengeh di wilayah selatan Iran. Iran langsung mengecam serangan itu dan menuduh Washington melanggar kesepakatan damai yang tengah dibangun kedua negara.
Trump bahkan mengeluarkan ancaman yang jauh lebih keras. Ia memperingatkan bahwa Washington bisa saja mengambil langkah militer yang lebih luas jika situasi terus memburuk, dan menyebut kemungkinan hancurnya Republik Islam Iran jika Amerika terpaksa menggunakan kekuatan penuh.
"Mungkin akan tiba saatnya ketika kami tidak lagi dapat bersikap masuk akal, dan akan dipaksa untuk menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kami mulai dengan sangat sukses. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!" tegas Trump.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



