VOICE Indonesia
Internasional

Hadir di KTT Demokrasi di Seoul, Menlu RI Tawarkan Tiga Hal

Afifah - VOICEIndonesia.co
Hadir di KTT Demokrasi di Seoul, Menlu RI Tawarkan Tiga Hal
Hadir di KTT Demokrasi di Seoul, Menlu RI Tawarkan Tiga Hal

VOICEIndonesia.co, Seoul, Korea Selatan - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menanawarkan tiga langkah pemanfaatan teknologi untuk demokrasi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Demokrasi ketiga di Seoul, Korea Selatan, Senin (18/03/2024).

Mengangkat tema "Teknologi Digital/AI dan Demokrasi", konferensi tersebut dibuka oleh Presiden Republik Korea, Yun Suk Yeol, dan dihadiri wakil dari 28 negara.

Dalam pertemuan tersebut Retno Marsudi menyampaikan bahwa demokrasi menghadapi banyak tantangan.

Retno mengajak semua negara untuk membuat demokrasi menjadi lebih baik dan membawa lebih banyak manfaat bagi masyarakat.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah demokrasi yang gagal" ujar Retno.

Menlu menyampaikan Artificial Intelligence (AI) harus dapat memperkuat demokrasi, bukan menjadi ancaman bagi demokrasi.

Untuk itu, Menlu menawarkan 3 (tiga) langkah untuk memastikan hal ini:

Pertama, mempromosikan tata kelola digital global yang demokratis.

“Jalur menuju tata kelola digital global harus bebas, terbuka, aman, tidak terfragmentasi, dan inklusif" ucapnya.

Baca Juga: Menkumham Lantik 57 PIMTI Pratama

Teknologi digital seperti AI harus bisa dinavigasi oleh dan untuk kepentingan banyak orang. Indonesia sendiri telah memperkenalkan regulasi tentang etika AI, baik di tingkat nasional maupun dalam kerangka ASEAN.

Kedua, mengurangi kesenjangan digital di tingkat global.

Teknologi seperti AI harus diperlakukan sebagai aset publik yang bersifat global, sehingga negara-negara dapat memperoleh akses digital yang mudah, adil, dan berkeadilan.

Kepentingan negara berkembang harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam pengembangan digital global. Terkait hal ini, Retno menyampaikan bahwa Indonesia berperan aktif dalam negosiasi Global Digital Compact serta upaya-upaya lainnya.

Ketiga, memastikan mitigasi risiko bersama.

“AI dapat menjadi pedang bermata dua" ujar Menlu RI.

Di satu sisi, AI dapat menjadi alat demokrasi dan di sisi lain digunakan sebagai alat manipulasi dan disinformasi.

Maka dari itu, literasi digital dan inovasi sangat penting untuk melawan maraknya berita palsu dan penyalahgunaan AI, serta untuk menanggapi serangan siber.

Diketahui dalam pertemuan, Menlu RI juga menyoroti situasi yang semakin buruk di Gaza di bulan suci ini dan menekankan pentingnya dukungan untuk bantuan kemanusiaan dan gencatan senjata di Gaza.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.