
Harga Minyak Dunia Tembus 104 Dolar AS Per Barel Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

VOICEINDONESIA.CO, Moskow - Harga minyak mentah dunia melonjak tajam hingga 8 persen setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan ancaman blokade total terhadap Selat Hormuz.
Berdasarkan data perdagangan pada Senin (13/4/2026) pagi, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni melambung ke angka 102,59 dolar AS (sekitar Rp1,7 juta) per barel, naik 7,76 persen dari penutupan sebelumnya.
Lonjakan serupa juga terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka Mei yang naik 8,2 persen menjadi 104,51 dolar AS per barel.
Baca Juga: Tak Ada WFH, Kementerian PU Masih Siaga Bencana Sumatera
Eskalasi harga ini dipicu oleh kegagalan negosiasi antara delegasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, yang semula diharapkan dapat memperpanjang gencatan senjata.
Wakil Presiden AS, J.D. Vance, selaku kepala delegasi, mengumumkan pada Minggu (12/4) pagi bahwa kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan setelah menjalani negosiasi panjang.
Dampaknya, tim delegasi AS meninggalkan Islamabad tanpa hasil, yang langsung diikuti oleh pengumuman kebijakan keras dari Gedung Putih.
Baca Juga: PMI Sakit Dipaksa Terbang, Diduga Korban TPPO
Menanggapi kegagalan tersebut, Presiden Trump menyatakan bahwa AS akan mulai memblokade setiap kapal yang mencoba masuk maupun keluar dari Selat Hormuz.
Ia juga secara khusus menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk melacak dan mencegat kapal-kapal yang diketahui melakukan pembayaran kepada Iran sebagai biaya melintasi selat strategis tersebut.
Komando Pusat AS (CENTCOM) telah bersumpah untuk memulai blokade penuh terhadap seluruh lalu lintas maritim yang terhubung dengan pelabuhan-pelabuhan Iran.
Operasi militer ini dijadwalkan akan dimulai pada Senin pukul 14.00 GMT atau sekitar pukul 21.00 WIB.
Ketegangan di salah satu jalur pelayaran energi tersibuk di dunia ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap rantai pasok energi global.
Para analis memprediksi harga minyak akan terus bergejolak selama blokade berlangsung, mengingat posisi Selat Hormuz sebagai titik nadi distribusi minyak mentah bagi banyak negara. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan! Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



