VOICE Indonesia
Internasional

Iran : Amerika Langgar Tiga Point Gencatan Senjata

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Iran : Amerika Langgar Tiga Point Gencatan Senjata
Iran : Amerika Langgar Tiga Point Gencatan Senjata
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengecam tiga pelanggaran kesepakatan gencatan senjata yang diduga dilakukan Amerika Serikat. Pelanggaran tersebut mencakup gencatan senjata di Lebanon, pelanggaran wilayah udara Iran oleh drone, serta pelanggaran terhadap hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium. Ghalibaf menegaskan dasar yang bisa dijadikan pijakan untuk bernegosiasi sudah dilanggar, sehingga pembicaraan lanjutan menjadi tidak masuk akal. Pernyataan ini disampaikan menyusul serangan Israel di Lebanon pada Rabu (8/4/2026) yang menewaskan dan melukai ratusan orang. "Dasar yang bisa dijadikan pijakan untuk bernegosiasi sudah dilanggar, sehingga pembicaraan lanjutan menjadi tidak masuk akal," kata Ghalibaf dalam unggahannya di X, Kamis (9/4/2026). Menurut otoritas kesehatan Lebanon, setidaknya 182 orang meninggal dunia dan 900 lainnya terluka akibat serangan Israel tersebut. AS-Israel dan Iran berselisih mengenai perpanjangan kesepakatan gencatan senjata ke Lebanon, dilansir Deutsche Welle. Korps Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan akan memenuhi kewajiban dan memberikan tanggapan jika Israel tidak menghentikan serangannya. Kelompok militan Hizbullah menegaskan mereka memiliki hak untuk menanggapi serangan Israel di Lebanon. Seorang pejabat senior AS mengatakan proposal gencatan senjata yang berisi 10 poin dari Iran bukanlah serangkaian syarat yang sama dan telah disetujui AS untuk menghentikan perang. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan jika Iran membiarkan negosiasi gagal karena Lebanon, itu adalah pilihan mereka.

Baca Juga : Indonesia Protes Rencana Kebijakan Iran di Selat Hormuz "Jika Iran ingin membiarkan negosiasi ini gagal karena Lebanon, yang tidak ada hubungannya dengan mereka," kata Vance. Iran mengatakan gencatan senjata harus berlaku untuk Lebanon, mengutip pernyataan dari Pakistan yang menjadi mediator gencatan senjata tersebut. Namun AS dan Israel mengatakan kesepakatan itu tidak berlaku untuk Lebanon. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres lewat juru bicaranya memperingatkan serangan Israel di Lebanon bisa menimbulkan risiko serius terhadap gencatan senjata AS-Iran. Aktivitas militer yang sedang berlangsung di Lebanon menimbulkan risiko terhadap upaya menuju perdamaian yang komprehensif di kawasan. "Yang tidak pernah sekali pun disebut AS sebagai bagian dari gencatan senjata, itu pada akhirnya adalah pilihan mereka," tambah Vance. Sekjen PBB mengutuk keras hilangnya nyawa warga sipil dan sangat prihatin dengan meningkatnya jumlah korban sipil. Ia menyerukan kepada semua pihak untuk memanfaatkan jalur diplomatik dan menekankan tidak menggunakan militer untuk konflik ini. Hizbullah mengatakan mereka menembakkan roket ke Israel sebagai tanggapan atas serangan yang terus berlanjut meskipun ada gencatan senjata AS-Iran. Kelompok militan yang didukung Iran itu meluncurkan serangan roket ke kibbutz Manara di Israel utara sebagai tanggapan atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata. "Sebagai tanggapan atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh musuh," kata juru bicara Hizbullah. Juru bicara Sekjen PBB menegaskan aktivitas militer yang sedang berlangsung di Lebanon menimbulkan risiko serius terhadap gencatan senjata. Sekretaris Jenderal mengulangi seruannya kepada semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan dan mencari solusi damai. "Aktivitas militer yang sedang berlangsung di Lebanon menimbulkan risiko serius terhadap gencatan senjata dan upaya menuju perdamaian yang komprehensif di kawasan ini," pungkasnya. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Menakar Urgensi Transformasi Total KemenP2MI demi Perlindungan Paripurna

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#Gencatan Senjata#Iran#Konflik Iran-AS
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.