VOICE Indonesia
Internasional

Iran Ancam Batalkan Kesepakatan dengan AS Jika Masih Terus Invasi

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Bendera Amerika Serikat dan Iran berkibar berdampingan sebagai ilustrasi hubungan diplomatik kedua negara yang tengah memasuki fase baru menjelang penandatanganan kesepakatan bilateral.
Bendera Amerika Serikat dan Iran berkibar berdampingan sebagai ilustrasi hubungan diplomatik kedua negara yang tengah memasuki fase baru menjelang penandatanganan kesepakatan bilateral.

VOICEINDONESIA.CO, Teheran – Iran memberi sinyal keras bahwa nota kesepahaman yang diteken dengan Amerika Serikat pertengahan Juni lalu bisa saja ditinggalkan begitu saja. Ancaman ini muncul di tengah rentetan serangan udara AS yang kembali menghantam sejumlah target di wilayah Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membuka opsi itu secara terbuka dalam konferensi pers terbarunya di Teheran. Ia menegaskan kesediaan Iran menjalankan kewajiban dalam kesepakatan tersebut sepenuhnya bergantung pada sikap AS di lapangan.

"Setiap kali pihak lain gagal memenuhi kewajibannya, kami pun tidak menjalankan kewajiban kami," tegas Baghaei, Senin (13/7/2026).

Ancaman itu dilontarkan tak lama setelah AS melancarkan gelombang serangan baru terhadap target-target Iran pada Senin (13/7) waktu setempat, menandai hari kedua beruntun agresi militer Washington. Serangan tersebut diklaim sebagai balasan atas insiden di Selat Hormuz yang dituding melibatkan Iran terhadap kapal-kapal yang melintas di jalur strategis itu.

Dampak dari eskalasi ini pun merembet ke luar batas dua negara. Iran disebut mengarahkan serangan balasan ke sejumlah negara tetangga di kawasan Teluk, termasuk Yordania, sebagai respons atas gempuran AS.

Di tengah situasi memanas itu, upaya diplomasi belum sepenuhnya padam. Pakistan, Qatar, dan Oman disebut masih aktif menjembatani komunikasi antara Teheran dan Washington guna menahan laju konflik agar tidak semakin meluas.

Baghaei menyinggung peran para mediator tersebut sebagai kunci meredam ketegangan yang terus meningkat.

"Peran para mediator adalah melanjutkan upaya-upaya mereka untuk mencegah eskalasi ketegangan," katanya.

Selain soal kesepakatan dengan AS, Baghaei juga mengungkap satu titik gesekan lain yang belum menemukan jalan keluar. Iran disebut tengah berupaya merumuskan mekanisme bersama dengan Oman terkait pengamanan Selat Hormuz, namun langkah itu disebut terganjal oleh tekanan yang dilayangkan AS kepada Muscat.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.