
Iran Tutup Pengiriman Senjata AS di Selat Hormuz

VOICEINDONESIA.CO, Teheran – Iran menaikkan eskalasi konflik dengan Amerika Serikat ke level baru. Teheran kini secara resmi melarang pengiriman senjata AS melewati Selat Hormuz menuju pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia menegaskan larangan itu berlaku mulai sekarang dan bukan sekadar gertakan. Iran bahkan mengklaim pengendalian penuh atas selat tersebut dengan pembagian zona, bagian barat di bawah Korps Garda Revolusi Islam dan bagian timur dikendalikan tentara Iran.
"Mulai sekarang, kami tak akan mengizinkan senjata Amerika melintasi Selat Hormuz dan memasuki pangkalan-pangkalan regional," tegas Akraminia seperti dikutip Press TV, dilansir Antara, Kamis (14/5/2026).
Langkah ini bukan tanpa konteks. Konflik AS-Iran yang meledak sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari telah berulang kali mengguncang jalur pelayaran di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Setiap eskalasi langsung mendorong kenaikan harga bahan bakar dunia.
Gencatan senjata dua minggu yang diumumkan pada 7 April sempat membuka peluang damai melalui pembicaraan di Islamabad, namun berakhir tanpa hasil. Trump sempat memperpanjang penghentian permusuhan sambil menunggu Iran mengajukan proposal terpadu.
Iran juga mengklaim pengendalian atas Selat Hormuz berpotensi menghasilkan pendapatan hingga dua kali lipat pendapatan minyak negara tersebut, menjadikan jalur ini bukan sekadar senjata tekanan militer tetapi juga kartu ekonomi yang sangat berharga.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



