
Iran Tetap Serang Pangkalan Militer AS di Negara Tetangga

VOICEINDONESIA.CO, Erbil - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeluarkan peringatan keras terhadap penggunaan pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah negara-negara tetangga untuk melancarkan serangan. Ia menegaskan Iran tidak akan mentolerir aksi militer yang diluncurkan dari basis AS di kawasan regional dalam kondisi apa pun.
Pernyataan tegas ini disampaikan saat Pezeshkian melakukan pembicaraan telepon dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq pada Rabu (11/3/2026). Kedua pemimpin mendiskusikan perkembangan situasi regional menyusul serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran serta dampak internasional dari operasi militer tersebut.
Pezeshkian mengingatkan tragedi di Kota Minab, Iran bagian selatan, yang menewaskan 168 siswa dalam serangan di sebuah sekolah. Insiden ini terjadi pada awal konflik dan menjadi bukti dampak brutal perang yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran, khususnya terhadap warga sipil tak bersalah.
"Setiap serangan yang diluncurkan dari pangkalan militer AS di wilayah negara-negara kawasan," tegas Pezeshkian menurut siaran Republik Islam Iran.
Presiden Iran juga merespons laporan insiden di Port of Salalah dengan menegaskan militer Iran hanya menyasar lokasi yang terlibat langsung dalam agresi terhadap negaranya. Ia berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kejadian tersebut untuk memastikan akuntabilitas penuh.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan pada 28 Februari lalu yang menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan lebih dari 150 siswi sekolah. Serangan ini memicu gelombang kemarahan di Iran dan negara-negara sekutu di kawasan.
Baca Juga : Trump Sesumbar Hancurkan Puluhan Kapal Iran
"Tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun," ujarnya.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi basis aset militer Amerika. Respons militer ini dilakukan sebagai pembalasan atas agresi AS-Israel yang menimbulkan korban jiwa masif di kalangan warga sipil Iran.
Pezeshkian menekankan Iran menghormati kedaulatan negara-negara tetangga namun mengharapkan mereka tidak mengizinkan wilayahnya dimanfaatkan sebagai landasan serangan. Peringatan ini secara khusus ditujukan kepada negara-negara Teluk yang memiliki pangkalan militer AS di teritorinya. (Sin/Ri)
Pilihan Redaksi : Menguji Keseriusan Negara: Segera Sahkan Perubahan Ketiga UU PMI dan Ratifikasi ILO C188! Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



