
Iran Tuding AS-Israel Gunakan Warga Sipil Jadi Tameng

Baca Juga : Indonesia "Blusukan" Cari Pasokan Minyak Mentah Pengganti Timur Tengah "Ketika semua pasukan Amerika masuk ke sebuah hotel, maka dari perspektif kami, hotel itu menjadi milik Amerika," kata Shekarchi kepada televisi pemerintah Iran pada Kamis (26/3/2026) waktu setempat. Shekarchi mempertanyakan mengapa Iran harus diam membiarkan Amerika menyerang. Menurutnya, Iran berhak merespons dengan menyerang di mana pun pasukan AS berada sebagai bentuk pembelaan diri. "Apakah kita hanya akan diam dan membiarkan Amerika menyerang kita? Ketika kita merespons, tentu saja kita harus menyerang di mana pun mereka berada," imbuhnya. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Kamis (26/3/2026) kemarin, menuduh pasukan AS menggunakan orang-orang di negara Dewan Kerja Sama Teluk sebagai perisai manusia. Dia menyerukan kepada hotel-hotel di wilayah tersebut untuk menolak pemesanan kamar bagi pasukan AS. "Sejak awal perang ini, tentara AS melarikan diri dari pangkalan militer di negara-negara GCC untuk bersembunyi di hotel dan kantor," katanya dalam unggahan di media sosial X. Kantor berita Iran, Fars, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, mengatakan otoritas Iran telah mengirimkan peringatan keras kepada hotel-hotel di wilayah tersebut, khususnya di Uni Emirat Arab dan Bahrain. Militer Iran telah mengidentifikasi pasukan AS yang menggunakan lokasi serupa di Suriah, Lebanon, dan Djibouti. Perang ini bermula dari serangan pasukan militer Israel dan Amerika Serikat yang menggempur Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan memicu perang yang menyebar hingga ke seluruh Timur Tengah. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Membendung Gelombang Penempatan Ilegal PMI Ke Arab Saudi
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



