
KBRI Kamboja Fasilitasi Pemulangan 41 WNI yang Jadi Korban Perusahaan Online Scam

Phnom Penh, Kamboja – Sebanyak 41 warga negara Indonesia (WNI) berhasil diselamatkan dari perusahaan online scam di Kamboja.
Dalam hal ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh telah memfasilitasi kepulangan (repatriasi) ke Indonesia.
Dilansir dari lama Kemenlu, Selasa, 8 Agustus 2023, pemulangan 41 WNI tersebut akan dilakukan secara bertahap dalam empat gelombang. Dimulai dari tanggal 22 Juli hingga 5 Agustus 2023 lalu.
Kepulangan secara pertahap ini dikarenakan proses perijinan dan penanganan kasus yang berbeda-beda dari setiap orangnya dan disesuaikan dengan keputusan dari Ministry of Interior (Kementerian Dalam Negeri Kamboja).
41 WNI korban dari perusahaan online scam ini sebelumnya diselamatkan oleh pihak Kepolisian Kamboja secara bertahap sejak 5 – 14 Juni 2023 dengan daerah yang berbeda-beda.
“Antara lain Provinsi Banteay Meanchey (perbatasan Kamboja-Thailand), Provinsi Svay Rieng (perbatasan kamboja-vietnam) dan Provinsi Phnom Penh,” tulis laman kemenlu.go.id.
Para korban mengaku bahwa mereka dijanjikan oleh agen (perekrut) di Indonesia untuk dipekerjakan sebagai Call Center Service di luar negeri dengan gaji besar yaitu mulai dari 500 ribu US dollar.
Namun pada kenyataannya, WNI tersebut justru dijadikan sebagai scammer untuk melakukan penipuan dengan berbagai skema.
Usai penyelamatan, 41 WNI tersebut melalui sejumlah proses validasi laporan dan wawancara keimigrasian dari pihak-pihak terkait di Kamboja.
Terutama dari pihak CNP dan pihak Imigrasi (General Departement of Immigration/GDI) Kamboja.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



