
Kesepakatan AS-Iran Sudah Diteken Secara Digital, Selat Hormuz Dibuka Pada Jumat

VOICEINDONESIA.CO, Tokyo – Dilansir dari ANTARA, Trump menyampaikan hal itu saat duduk bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelum KTT G7 dimulai di Evian-les-Bains, Prancis, Senin (15/6/2026).
"Saya kira banyak hal luar biasa yang akan terjadi di kawasan Timur Tengah; yang paling penting adalah harga minyak turun signifikan dan pasar saham melesat naik seperti roket hari ini," kata Trump.
Memorandum tersebut diketahui sudah ditandatangani secara digital pada Minggu (14/6/2026) oleh Trump, Wakil Presiden AS J.D. Vance, serta Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf. Selat Hormuz disepakati akan dibuka selama 60 hari tanpa pungutan biaya tol, dengan AS berharap ketentuan itu menjadi bagian dari perjanjian akhir.
Namun seorang pejabat senior AS memperingatkan bahwa lalu lintas di Selat Hormuz kemungkinan kecil akan kembali normal dalam dua pekan ke depan. Militer AS juga akan mempertahankan postur pasukan di Timur Tengah selama negosiasi teknis 60 hari berlangsung.
Trump menegaskan Iran tidak akan memperoleh pelonggaran sanksi sampai memenuhi kewajibannya, dengan isu utama yang masih harus dirampungkan adalah nasib program nuklir Teheran.
"Vance akan hadir. Saya mungkin sudah tidak ada di sana saat itu," kata Trump merujuk upacara resmi di Jenewa, karena ia masih menghadiri KTT G7 hingga Rabu (17/6/2026).
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



