
Konsistensi Kecintaan Warga Swiss terhadap Bahasa Indonesia

VOICEINDONESIA.CO,Swiss - Untuk kelima kalinya sejak tahun 2020, KBRI Bern kembali mengadakan kelas BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) di semester musim gugur tahun 2022. Sebanyak hampir 40 peserta dari berbagai kalangan di Swiss mengikuti kelas BIPA untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia yang akan akan berlangsung selama tiga bulan. Sebagian dari peserta tersebut merupakan pemelajar lanjutan yang mulai mengikuti kelas BIPA pada tahun 2020 dan 2021. Seperti kelas BIPA sebelumnya, penyelenggaraan kelas BIPA kali ini juga mendapat dukungan penuh dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI.
Dalam acara pembukaan pada Senin (5/9), Duta Besar RI untuk Swiss, Prof. Muliaman Hadad, menyampaikan apresiasi terhadap para pemelajar BIPA, terutama mereka yang telah mempelajari bahasa Indonesia sejak tahun 2020. KBRI Bern telah mencatat total 250 pemelajar BIPA yang ada di Swiss sejak tahun 2020. Duta Besar RI kembali menyambut pemelajar BIPA kali ini ke dalam keluarga friends of Indonesia di Swiss.
“Dalam perjalanan kelas Anda di bulan-bulan mendatang, saya berharap Anda juga dapat belajar lebih banyak tentang budaya Indonesia, masyarakatnya, karakteristiknya yang unik, dan tentu saja, keindahan bahasanya“ tutur Dubes RI Bern. Seiring dengan tumbuh dan kuatnya hubungan ekonomi antara Swiss dan Indonesia, bahasa telah menjadi salah satu unsur budaya yang merekatkan hubungan kedua negara. Minat terhadap bisnis di Indonesia telah meningkat di Swiss sejak ditandatanganinya perjanjian perdagangan bebas dalam kerangka IE-CEPA, dan kini para pelaku bisnis berlomba untuk belajar bahasa Indonesia untuk memahami bisnis di Indonesia dengan lebih baik.
Selain itu, hubungan budaya dan pendidikan juga menjadi faktor pendorong bagi warga setempat untuk belajar bahasa Indonesia. Pemelajar BIPA di Swiss memiliki motivasi belajar bahasa Indonesia yang beragam, antara lain ingin mengadakan penelitian di Indonesia, ingin dapat berkomunikasi dengan keluarga yang berbahasa Indonesia, ingin berkeliling Indonesia, atas dasar kecintaan terhadap Indonesia, bahkan ada yang berpendapat bahwa bahasa Indonesia memberikan kedamaian dan kebahagiaan.
Penyelenggaraan kelas BIPA telah menjadi program unggulan diplomasi budaya KBRI Bern. Program ini tidak hanya sejalan dengan fokus Pemerintah RI untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia internasional, namun juga mempromosikan Indonesia secara keseluruhan, termasuk di bidang sosial ekonomi. Program BIPA KBRI Bern juga merupakan capaian KBRI Bern yang mampu menunjang keberhasilan perjanjian dagang Indonesia – Swiss dalam kerangka EFTA CEPA dan keberhasilan bidang politik dalam bentuk perjanjian MLA.
Kelas BIPA KBRI Bern kelima ini berlangsung mulai tanggal 5 September – 16 Desember 2022. Tahun ini, KBRI Bern menyelenggarakan 5 (kelas) BIPA, yaitu kelas pemula (BIPA-1) hingga kelas menengah (BIPA-5).
(Sumber: KBRI Bern)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



