
Militer Iran Antisipasi Konflik Lanjutan dengan Amerika

VOICEINDONESIA.CO, Teheran – Tokoh senior di komando pusat militer Iran Mohammad Jafar Asadi menilai konflik baru dengan Amerika Serikat hampir tidak terhindarkan. Pernyataan ini disampaikan seraya meragukan komitmen Amerika dalam setiap kesepakatan yang telah maupun akan dicapai dalam negosiasi.
Asadi menyampaikan pernyataan tegas terkait kemungkinan terjadinya serangan baru dari AS. Perwira militer senior Iran ini mengatakan serangan Amerika Serikat kemungkinan besar akan terjadi lagi di tengah mandeknya negosiasi perdamaian antara kedua negara.
"Konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar akan terjadi," kata Asadi seperti dikutip kantor berita Fars, Sabtu (2/5/2026).
Pernyataan militer ini keluar hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengaku tidak puas terhadap proposal negosiasi terbaru dari Teheran. Iran sebelumnya menyerahkan draf proposal kepada mediator Pakistan pada Kamis (30/4/2026) malam, tetapi media pemerintah tidak mengungkap isi usulan yang diajukan.
Ketegangan AS-Iran kembali meningkat setelah kedua pihak saling melempar pernyataan keras. Perang yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran berlangsung sejak akhir Februari 2026 dan kemudian terhenti sejak 8 April setelah diberlakukannya gencatan senjata.
"Saat ini saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan," kata Trump kepada wartawan, dilansir AFP.
Trump mengeklaim kebuntuan negosiasi dipicu oleh "perselisihan luar biasa" di dalam kepemimpinan Iran. Presiden AS juga menyinggung opsi militer dalam menghadapi situasi tersebut meski mengaku tidak suka memilih opsi penghancuran atas dasar kemanusiaan.
Upaya damai sempat dilakukan melalui satu putaran pembicaraan di Pakistan tetapi tidak menghasilkan kesepakatan. Trump secara terbuka mengkritik isi proposal Iran saat berbicara kepada wartawan terkait hasil negosiasi yang dianggap belum memuaskan.
"Apakah kita ingin langsung menghancurkan mereka dan mengakhiri mereka selamanya, atau apakah kita ingin mencoba dan membuat kesepakatan?" ujarnya.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



