VOICEINDONESIA.CO, Washington – Pemindahan Aung San Suu Kyi ke tahanan rumah tidak cukup bagi PBB. Sekretaris Jenderal Antonio Guterres langsung mendesak junta militer Myanmar membebaskan seluruh tahanan politik tanpa syarat sebagai langkah awal menuju penyelesaian krisis yang sudah berlangsung lebih dari lima tahun.
PBB menegaskan pembebasan satu orang saja tidak akan dianggap cukup selama masih banyak pihak yang ditahan secara sewenang-wenang tanpa proses hukum yang sah.
"Sekretaris Jenderal menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat terhadap semua pihak yang ditahan secara sewenang-wenang sebagai langkah mendasar menuju kondisi yang kondusif bagi proses politik yang kredibel," kata wakil juru bicara PBB Farhan Haq, Sabtu (2/5/2026).
Haq menegaskan solusi politik yang layak harus dibangun di atas dua fondasi utama yakni penghentian kekerasan secara segera dan komitmen nyata terhadap dialog yang inklusif dari semua pihak yang terlibat.
"Sekretaris Jenderal menyatakan bahwa solusi politik yang layak harus didasarkan pada penghentian kekerasan secara segera serta komitmen nyata terhadap dialog yang inklusif," tambah Haq.
Guterres juga menekankan peran ASEAN dan mitra internasional lainnya sangat penting dalam mendorong penyelesaian damai yang berkelanjutan di Myanmar. Myanmar masih dilanda gejolak politik sejak kudeta militer 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil dan memicu konflik berkepanjangan di seluruh penjuru negeri.



























