VOICE Indonesia
Internasional

PBB Soroti Nilai Multilateralisme Kian Tergerus di Tengah Gejolak Dunia

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
PBB Soroti Nilai Multilateralisme Kian Tergerus di Tengah Gejolak Dunia
PBB Soroti Nilai Multilateralisme Kian Tergerus di Tengah Gejolak Dunia
VOICEINDONESIA.CO, London - Dunia membutuhkan sistem multilateralisme yang kuat untuk menghadapi tantangan global, namun nilai-nilai multilateralisme justru semakin terkikis. Kontradiksi berbahaya ini diungkap Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), Antonio Guterres dalam acara peringatan 80 tahun Sidang Umum PBB pertama di Methodist Central Hall, London pada Sabtu (17/1/2026). Lebih dari 1.000 delegasi dari berbagai negara hadir dalam acara yang diselenggarakan United Nations Association-UK. Guterres memperingatkan meski kebutuhan akan kerja sama internasional semakin mendesak, nilai-nilai yang menjadi fondasinya justru terus tergerus. Situasi ini menciptakan paradoks berbahaya di tengah tantangan global yang semakin kompleks dan saling terkait. "Seiring pergeseran pusat kekuatan global, kita memiliki peluang untuk membangun masa depan yang lebih adil atau justru lebih tidak stabil," katanya. Sekjen PBB menyoroti tahun 2025 sebagai periode yang sangat menantang bagi kerja sama internasional dan nilai-nilai PBB. Konflik brutal di Gaza, Ukraina, dan Sudan berlangsung tanpa solusi jelas, sementara pandemi virus corona telah memperkuat nasionalisme dan menghambat kemajuan pembangunan. Guterres menekankan dunia membutuhkan sistem multilateralisme yang kuat, responsif, dan didukung sumber daya memadai. Namun kenyataannya, nilai-nilai multilateralisme justru terus terkikis di tengah situasi global yang semakin bergejolak. Baca Juga : Kala Eropa Bersatu Merespon Rencana Tarif Baru Trump Terkait Greenland Pemilihan lokasi acara di Methodist Central Hall memiliki makna simbolis kuat. Gedung yang sama menjadi tempat Sidang Umum PBB pertama pada 10 Januari 1946, empat bulan setelah berakhirnya Perang Dunia II. "Berani menemukan kembali keberanian mereka yang datang ke gedung ini 80 tahun lalu untuk membangun dunia yang lebih baik," ujarnya. Guterres mengenang 80 tahun lalu para delegasi harus melewati kota yang terluka akibat perang untuk mencapai gedung tersebut. Ruang bawah tanah Methodist Central Hall bahkan pernah menjadi salah satu tempat perlindungan serangan udara terbesar di London saat warga sipil ketakutan menghadapi bom yang berjatuhan. Guterres tiba di London pada Jumat dan bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk membahas agenda reformasi ambisius PBB. Keduanya sepakat reformasi tersebut penting agar PBB mampu menjawab tantangan modern yang terus berkembang. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Mengawal Gerbang Negara: Analisis Mendalam Kewenangan Baru Imigrasi Pasca UU 63/2024

Ringkasan AI

**Rangkuman Berita:** Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa meski dunia membutuhkan sistem multilateralisme yang kuat untuk menghadapi tantangan global, nilai-nilai multilateralisme justru semakin terkikis. Dalam peringatan 80 tahun Sidang Umum PBB pertama di London, Guterres menekankan paradoks berbahaya ini terjadi di tengah kompleksitas konflik global seperti di Gaza, Ukraina, dan Sudan yang belum terselesaikan. Ia menekankan pentingnya reformasi PBB agar responsif terhadap tantangan modern dan mengajak dunia menemukan kembali keberanian untuk membangun masa depan yang lebih adil.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea Selatan

Afifah· 31 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.