VOICEINDONESIA.CO,Kualalumpur - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Malaysia sukses menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-2 pada Ahad (8/2/2026).
Kegiatan berlangsung di Hotel Adamson, Kuala Lumpur Malaysia, agenda besar ini mengusung tema strategis “Kokoh dalam Tradisi, Progresif dalam Transformasi.”
Acara ini menjadi bukti nyata bahwa Diaspora Indonesia dan Pekerja migran indonesia (PMI) tetap berhikmad walaupun di Negeri Orang demi merawat Ajaran Aswaja. Semangat menjaga tradisi Nahdlatul Ulama tetap menyala meski mereka jauh dari tanah air.
Dalam forum tertinggi di tingkat cabang tersebut, Sahabat Agustina Faizin. resmi ditetapkan sebagai Ketua PC GP Ansor Malaysia masa khidmat 2026–2031. Penetapan ini dilakukan setelah melalui proses verifikasi dan seleksi organisasi yang ketat.
Agustina Faizin terpilih sebagai calon tunggal yang memenuhi seluruh kriteria pencalonan. Ia mendapatkan dukungan mayoritas, yakni lebih dari separuh suara peserta dalam proses pemilihan bakal calon, yang menunjukkan kuatnya legitimasi kepemimpinannya.
Dalam sambutan perdananya, Faizin memaparkan visi besar untuk lima tahun ke depan. Ia berkomitmen mewujudkan PC GP Ansor Malaysia sebagai organisasi kader yang mandiri secara ekonomi, modern secara digital, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Salah satu program prioritas yang dicanangkan adalah penguatan media informasi dan perlindungan bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) . Faizin menegaskan pentingnya peran Ansor dalam mengawal isu-isu kemanusiaan dan pendampingan hukum bagi warga negara Indonesia di Malaysia.
Forum Konfercab ini juga menandai berakhirnya masa jabatan Sahabat Nur Alamin. Laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya diterima dengan baik secara organisatoris oleh seluruh peserta sidang yang hadir dari berbagai wilayah.
Selain pemilihan ketua, Konfercab II menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, seperti penguatan tata kelola organisasi yang profesional dan adaptif. Literasi digital juga menjadi sorotan utama guna menghadapi tantangan kaderisasi di era transformasi teknologi yang masif.
Kehadiran tokoh penting turut memberi bobot pada acara ini, termasuk Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia, Bapak Danang Waskito. Hadir pula jajaran pimpinan PCINU Malaysia, seperti Rois Syuriah Ustaz Ihyaul Lazib dan Mustasyar Ustaz Abdul Bahri.
Dalam arahannya, Wakil Dubes Danang Waskito mengapresiasi kiprah Ansor dalam menjaga peran kebangsaan di luar negeri. Beliau berpesan agar pengurus baru mampu menghadirkan terobosan inovatif yang relevan dengan tantangan global yang semakin kompleks.
Menutup rangkaian acara, Sahabat Nur Alamin berharap program yang belum tuntas, seperti Koperasi Ansor-Banser di Pesantren An-Nahdhoh, dapat dilanjutkan. Hal ini diharapkan mampu menjadi pilar kemandirian ekonomi bagi organisasi dan bermanfaat bagi para santri.