
PMI Perawat di Taiwan Diminta Jaga Kesehatan Mental

VOICEINDONESIA.CO, Taipei – Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Arif Sulistiyo, mendorong para Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor perawat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental di tengah beban kerja yang tinggi.
Melalui program "Merawat Hati, Menjaga Diri" yang digelar di Taipei beberapa waktu lalu, Arif menegaskan pentingnya perawat migran berhenti sejenak dari rutinitas untuk merawat diri sendiri agar terhindar dari stres berlebih.
Acara yang diinisiasi oleh Garden of Hope-Migrants (GOH-Migrants) bekerja sama dengan DBS Foundation ini bertujuan membekali PMI perawat dengan kemampuan mengenali dan mengatur emosi.
Baca Juga: Jamin Hak Suara PMI di Luar Negeri, KPU dan KemenP2MI Sinkronkan Data
Selain berbagi pengalaman, para peserta juga diajarkan cara memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk mendeteksi dini gangguan mental dan mengelola stabilitas emosional.
"Teman-teman sudah merawat ama dan akong seperti keluarga sendiri, tapi perlu juga berhenti sejenak untuk merawat diri sendiri. Kalau ada masalah, jangan dipendam. Jangan malu untuk mencari pertolongan," ujar Arif Sulistiyo dikutip Kamis (12/2/2026).
Direktur GOH-Migrants, Kaili Lee, mengapresiasi dukungan KDEI Taipei yang terus konsisten memberikan pelindungan bagi PMI di Taiwan.
Baca Juga: Calon PMI Wajib Tahu! Ini Jadwal Pendaftaran UBT ke Korea Selatan
Mengingat kontribusi besar perawat Indonesia terhadap masyarakat Taiwan, program ini dirancang sebagai wadah penguatan agar PMI dapat terus bekerja dalam kondisi fisik dan mental yang prima.
KDEI Taipei berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda rutin yang mempererat solidaritas sesama pekerja migran.
Dengan pemahaman kesehatan mental yang baik, para perawat diharapkan tidak hanya mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pasien, tetapi juga memiliki ketahanan psikologis yang kuat selama merantau di luar negeri. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Berhenti Memanjakan “Scammer” Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



