
Polresta Bahas Gelombang Rohingya ke Aceh dengan Lintas Negara

VOICEIndonesia.co, Banda Aceh - Kapolresta Banda Aceh membahas soal gelombang kedatangan etnis Rohingya ke Aceh bersama perwakilan lintas negara dalam diskusi Roundtable on Combatting Maritime People Smuggling Activities in the Andaman Sea, di Bangkok, Thailand.
"Diskusi roundtable ini merupakan pertukaran informasi dan langkah investigasi yang akan disepakati tujuan langkah-langkah bersama (terkait penanganan Rohingya)," kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli, dalam keterangannya, di Banda Aceh, Senin, (20/02/2024).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai delegasi dari Australia, Bangladesh, Belgia, Malaysia, India, Indonesia, Selandia Baru, Thailand dan Vietnam. Serta melibatkan organisasi PBB, diantaranya IOM, UNHCR dan UNODC
Fahmi menyampaikan, gejolak kedatangan etnis Rohingya ke Indonesia khususnya Aceh terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir ini.
Baca Juga: 130 WNI Diamankan Imigrasi Malaysia, Begini Respons Dubes Hermono
Dirinya menuturkan, selama dua hari ini pihaknya membahas perkembangan terakhir situasi terkait meningkatnya gelombang pengungsi Rohingya yang terindikasi adanya penyeludupan manusia ke Indonesia, dalam hal ini Aceh.
Ia menjelaskan, aktivitas penyeludupan manusia melalui wilayah laut Andaman, menjadi tantangan besar bagi negara-negara yang tergabung dalam Bali Process, dan menjadi ancaman bagi keamanan kawasan.
Di mana, Forum Bali Process telah mengobservasi adanya lonjakan besar secara tiba-tiba dari pergerakan migrasi yang berbahaya terjadi di Laut Andaman beberapa bulan terakhir, dengan indikasi yang kuat bahwa hal tersebut melibatkan sindikat kriminal terorganisir antar bangsa.
"Tanggapan dari isu ini, maka dibutuhkan kerjasama yang nyata dan mudah dilaksanakan guna mencegah dan melawan kejahatan," ujarnya.
Adapun langkah bersama yang dapat dilaksanakan diantaranya, mendorong penguatan pertukaran informasi terkait jaringan sindikat kejahatan penyeludupan manusia yang terorganisir.
Kemudian, identifikasi dan investigasi mendalam mengenali kelompok kriminal yang memfasilitasi kejahatan penyeludupan manusia di Kawasan Laut Andaman.
"Serta menghasilkan draf bersama untuk kolaborasi antar negara dalam pencegahan kejahatan penyeludupan manusia," demikian Kombes Fahmi.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



